Mapala Unisi Kembali Cair

Mapala Unisi Kembali Cair

(Foto : Gilang)

Oleh : Gilang B. Putra

Bacaekon.com, Kampus-Setahun lalu Universitas Islam Indonesia (UII) mengalami duka yang sangat mendalam karena tragedi The Great Camping (TGC) Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Islam Indonesia (Mapala Unisi). Kegiatan yang meninggalkan duka mendalam bagi UII, mengharuskan Rektorat dan Dewan Permusyawaratan Mahasiswa (DPM) UII membekukan salah satu lembaga khusus ini (Mapala Unisi-red). Rabu (30/5), bertempat di Gedung Rektorat UII, Mapala Unisi kembali dicairkan untuk melanjutkan kegiatannya sebagai salah satu lembaga khusus di UII. Acara yang dihadiri oleh DPM UII, Rektor UII periode 2017-2018 Nandang Sutrisno, dan Rektor UII periode 2014-2017 Harsoyo serta undangan yang lain, membahas pencairan kembali Mapala Unisi dan apa yang harus dilakukan Mapala Unisi kedepannya.

Menurut Risang Cahya Yudhantara  Sekretaris Jenderal DPM UII dasar filosofis atau dasar teori Mapala Unisi layak dicairkan kembali karena dalam surat keputusan dalam pembekuannya mensyaratkan adanya dua hal, yang pertama evaluasi dan merumuskan arah gerak dari Mapala Unisi. Kedua Mapala Unisi telah memiliki rancangan peraturan yang baru yang bertujuan memperbaiki rancangan sebelumnya yang memiliki kekurangan atau ada kesalahan. “Dari landasan filosofis itulah mengapa kami mencairkan Mapala Unisi dan untuk landasan Yuridisnya sudah tertera di Peraturan Dasar Keluarga Mahasiswa (PDKM).” Ucap Risang.

Nandang menjelaskan bahwa Mapala Unisi adalah lembaga yang selalu menjadi motor penggerak dalam kegiatan sosial pada daerah yang mendapat musibah atau keprihatinan. Sependapat dengan Nandang, Rektor UII yang menjabat saat terjadinya musibah tersebut, Harsoyo, menjelaskan bahwa Mapala Unisi selalu memiliki rekam jejak yang sangat baik serta salah satu lembaga yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Bagi Harsoyo sudah saatnya Mapala Unisi kembali aktif dan melupakan kesedihan yang lalu. Mapala Unisi juga harus membuktikan bahwa kedepannya kegiatan yang dilakukan memiliki manfaat bagi orang lain.

Nandang juga menambahkan, keluarga korban atau masyarakat sudah tidak bisa lagi terus-menerus menyalahkan Mapala Unisi. “Semua proses peradilan sudah selesai dan sanksi akademik juga sudah dijatuhkan jadi sudah tidak ada alasan masyarakat, keluarga korban menyalahkan Mapala,” Tambahnya.

Menurut Nandang, dampak dari musibah yang dialami Mapala Unisi sangat mempengaruhi pemberitaan tentang UII. Pada 2017 media massa yang memiliki pemberitaan yang positif tentang UII harus berganti dengan pemberitaan tentang musibah yang dialami UII. Memasuki tahun 2018 berita terhadap UII kembali pulih menjadi baik, maka dari itu pengaktifan kembali kegiatan Mapala Unisi sangat diperlukan untuk membuktikan terhadap masyarakat bahwa Mapala Unisi adalah organisasi yang baik. Evaluasi serta desain baru pada sistem dan kegiatan yang dimiliki Mapala Unisi saat ini merupakan bukti bahwa kelembagaan yang sekarang berbeda dengan yang sebelumnya dan merupakan lembaga yang baik.

Walau sudah diaktifkan kembali Mapala Unisi masih dalam masa percobaan. Dalam masa percobaan ini Mapala Unisi masih belum diizinkan melakukan outdoor seperti pendakian. Dalam masa percobaan yang harus dilakukan Mapala Unisi adalah memperbaiki rancangan instrumen organisasi, membentuk struktur kepengurusan baru, melakukan internalisasi atau transformasi atas instrumen yang baru, dan melakukan uji lapangan atas intrumen yang baru. Poin tersebut sebagaimana yang dijelaskan dalam surat keputusan pengaktifan kembali Mapala Unisi.

Dalam masa percobaan ini Mapala Unisi terus diawasi oleh pihak rektorat dan DPM UII. Bentuk pengawasan yang akan dilakukan DPM UII terhadap Mapala Unisi dengan mengikutsertakan kedalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilakukan DPM UII. Dengan begitu pihak DPM UII bisa menggiring dan mengetahui apa yang telah dilakukan oleh Mapala Unisi selama masa percobaan. Selain itu, Resa Kurniadi salah satu anggota Mapala Unisi menjabarkan jaminan Mapala Unisi tidak akan melanggar ketentuan yang ada dengan menyerahkan kembali hasil tinjauan kegiatan kepada DPM UII dan memperbaiki kesalahan yang lalu. Serta selalu mengingat hal lalu yang terjadi sebagai pembelajaran.

Reporter : Gilang, Taufan

26293 Total Views 146 Views Today

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *