Konsekuensi Untuk Pemberi Izin ‘Parkir’

Foto: Dok. Ekonomika

Oleh: Ridho Haga Pratama

Bacaekon.com-Kampus. Belum bebas dari masalah, Semangat Ta’aruf (SEMATA) tahun ini pun masih dilingkupi kasus. Bermula dari ketidaksengajaan dua anggota Tim Advokasi, Muhammad Petra dan Sahrial Affandi, menyaksikan seorang peserta memarkir kendaraan roda duanya di gang sebelah selatan kampus (30/8/2015). Diduga melanggar salah satu ketentuan Tata Tertib SEMATA, keesokan harinya (31/8/2015) temuan ini kemudian dilaporkan ke pihak panitia. Namun, benarkah ini merupakan sebuah pelanggaran?

Nur Kabit Kholis, Ketua Komisi B Steering Commitee (SC) SEMATA 2015, mengatakan bahwa dalam hal ini Wali Jamaah (Waljam) peserta yang bersangkutan bersalah karena telah memberi izin kepada peserta untuk memarkir motor di luar area kampus.

Menurutnya, sebagai panitia yang mengetahui ketentuan Tata Tertib SEMATA 2015, Waljam seharusnya menyarankan untuk memarkir motornya di area parkir yang telah disediakan di dalam kampus. Ia merujuk pada Tata Tertib Peserta SEMATA 2015 bagian Ketentuan Umum, nomor 5, yang berbunyi: Diperkenankan membawa kendaraan roda dua dan harus diparkir pada tempat yang telah ditentukan oleh panitia.

“Parkir tanpa sepengetahuan panitia boleh, karena ini sudah dengan sepengetahuan panitia justru ini jadi pelanggaran,” kata Kholis.

Karenanya berdasarkan peraturan tersebut, Kholis berpendapat bahwa Waljam bersangkutan harus diberi peringatan. Namun, karena masalah ini sudah diselesaikan pada tataran Organizing Commitee (OC), maka pihaknya tak dapat mengintervensi.

Berbeda dengan Kholis, Koordinator Waljam SEMATA, Ahmad Ardan Ardiyanto justru merasa bingung dengan permasalahan parkir ini. Pasalnya peristiwa ‘parkir’ ini terjadi di luar area kampus yang tidak termasuk dalam wilayah yuridis SEMATA. Karenanya Tata Tertib seharusnya tak perlu dipermasalahkan.

“Parkir di luar masak nggak boleh, itu kan hak mereka (peserta SEMATA-red). Motor itu jadi tanggung jawab peserta sendiri, jadi seharusnya tak perlu ada tanggung jawab Panitia untuk mengamankan motor-motor itu,” jawab panitia yang akrab disapa Ardan ini.

Ardan merasa panitia memiliki ketakutan berlebih kalau-kalau mahasiswa baru mendapat ajakan mengikuti organisasi tertentu. Padahal menurutnya, tak ada ajakan kepada peserta untuk mengikuti organisasi dalam peristiwa tersebut. Kalaupun ajakan tersebut memang ada, Ardan menilai seharusnya  itu pun tak perlu dipermasalahkan.

“Itu justru membuat mereka (mahasiswa baru-red) untuk tidak apatis. Sesuai dengan tema SEMATA ini,” ujar Ardan.

Adapun untuk menindak kasus ini, Ketua OC, Koordinator Waljam, Kepala Bidang I, SC Komisi B, dan Waljam terkait telah mengadakan pertemuan. Pertemuan ini menyimpulkan bahwa tak ada  masalah dalam peristiwa ini.

Fahri Hardian, Waljam yang memberi izin parkir, saat diwawancarai bersama peserta terkait, mengiyakan hal tersebut. Ia mengatakan, “tak ada masalah, hanya dapat teguran lisan saja.”

Reporter: Ridho, Agung

1046 Total Views 2 Views Today

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *