KI & KA

KI & KA

(Sumber Foto : www.logicalmoviereviews.com)

Oleh: Immellita Budiarti

Sutradara                     : R. Baiki

Produser                      : R. Balki, R K Damani, Rakesh Jhunjhunwala, Sunil Lulla

Genre                          : Comedy, Drama, Romance

Pemain Film                :

Kareena Kapoor sebagai Kia

Arjun Kapoor sebagai Kabir

Swaroop Sampat cameo

Amitabh Bachchan cameo

Jaya Bachchan cameo

Durasi                          : 126 Menit

BACAEKON.COM-REKOMENDASI. Film yang berasal dari negara India ini mulai tayang tanggal 1 April 2016, berkisah tentang sepasang kekasih bernama Kia yang diperankan oleh Kareena Kapoor dan Kabir yang diperankan oleh Arjun Kapoor. Kia adalah seorang wanita cantik yang sangat mementingkan karirnya dan Kabir adalah seorang anak pengusaha kontraktor terkenal di Delhi. Kia dan Kabir bertemu di sebuah pesawat, mereka duduk dalam satu baris yang sama, hanya berjarak 1 kursi dan kosong.

Kia yang saat itu sedang sibuk dengan perkerjaan kantornya terusik ketika mendengar suara terisak yang ternyata berasal dari kursi sebelahnya. Kemudian mereka memutuskan untuk bertemu di sebuah kafe selepas pesawat landing. Kia yang saat itu baru saja mengetahui bahwa Kabir adalah anak tunggal seorang pengusaha kontraktor terkenal di Delhi terkejut begitu mengetahui bahwa impiannya hanya menjadi seperti ibunya, seorang ibu rumah tangga. Kabir beranggapan bahwa pekerjaan sebagai ibu rumah tangga merupakan seniman terhebat di dunia. Itu sangat bertentangan dengan anggapan Kia. Kia sangat ambisius terhadap karirnya. Mereka pun berselisih tentang itu dan membuat Kabir marah karena menganggap Kia telah meremehkan pekerjaan ibunya. Kia berusaha menghubungi Kabir untuk meminta maaf, namun Kabir tak mau mengangkatnya sampai Kabir sendiri yang meminta bertemu. Ternyata saat itu Kabir meminta Kia untuk menikah dengannya.

Pernikahan bagi Kia merupakan penghalang bagi karirnya, ia akan mengurus rumah, anak, dan suami. Lain Kabir, ia merasa bahwa mereka pasangan cocok. Kia yang ambisius dan ingin terus maju dan Kabir yang tidak ingin karir, bisnis ataupun kantor. Pernikahan mereka terbilang cukup aneh, mereka berperan menyalahi adat pada umumnya di mana seorang istri harus mengurus rumah dan suami, sementara suami bekerja mencari uang untuk menghidupi keluarga. Di film ini, Kabir lah yang berperan sebagai ibu rumah tangga, mengurus rumah dan istri, sementara Kia yang menjadi penopang kehidupan keluarga.

Mereka hidup bahagia setelah menikah sampai perselisihan-perselisihan kecil pun muncul seperti Kia yang sering pulang larut, keluar kota, atau malu mengenalkan Kabir ke teman-teman kantornya. Ketika Kia naik jabatan, banyak wartawan yang mewawancarainya bahkan sampai diundang di salah satu acara talkshow di sebuah stasiun televisi. Salah satu pertanyaannya menyangkut tentang Kabir. Si pembawa acara talkshow tersebut berniat mewawancarai Kabir. Kabir yang lebih senang berada di belakang layar pun terpaksa mau karena bujukan Kia. Ternyata banyak orang memuji jawaban-jawaban Kabir ketika diwawancarai. Ia pun menjadi terkenal dan banyak diundang acara tv untuk mengisi acara televisi sampai dibuatkan acara sendiri.

Kesuksesan Kabir membuatnya tak sempat mengurus rumah dan istri. Suatu hari, Ibu Kia masuk rumah sakit, Kia sedang keluar negeri dan Kabir diundang acara talkshow. Kia marah besar tahu Kabir tak benar menjaga ibunya. Kia mengusir Kabir, sesaat ia sadar bahwa ucapannya hanya karena emosi. Kiapun mengejar Kabir, meminta maaf dan memohon kembali.

Film ini menarik untuk ditonton karena dinilai mampu membawa pesan yang menentang salah satu adat atau stereotype yang selama ini kita anut dalam kehidupan kita dan juga tentang kesetaraan gender (gender equality) di mana seorang laki-laki lazimnya bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan seorang perempuan mengurus rumah, anak, serta suami. Kekurangan film ini adalah terlalu terfokus hanya pada peran utama yaitu Kia dan Kabir, mungkin apabila interaksi pemain utama dengan orangtua lebih banyak akan semakin menyentuh. Secara keseluruhan film, cerita dan tujuan atau pesan tersampaikan dengan baik, pemilihan pemain juga dirasa tepat.

9956 Total Views 1 Views Today

Related Post

Letter To Sweet Coffee

Letter To Sweet Coffee

Oleh: A. Gunawan Judul               : Surat Untuk Kopi Manis (Letter To Sweet Coffee) Penulis             :…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *