Galeri Uncategorized

Keraton Yogyakarta Destinasi Wisata dan Edukasi

Oleh : Eky Try Pamungkas

Keraton Yogyakarta merupakan istana bagi Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Tepat di depan istana, terdapat alun-alun utara yang digunakan sebagai tempat berkumpul masyarakat Yogyakarta. Selain itu, Keraton Yogyakarta juga memiliki bangunan yang diberi nama Bangsal Pagelaran yang difungsikan sebagai tempat tunggu tamu sebelum menghadap Sultan.

Bangsal ini awalnya memiliki 63 buah tiang, kemudian empat buah diantaranya diganti dengan delapan buah pilar besar sebagai tanda bahwa Pagelaran tersebut di sempurnakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.

Di sisi lain, terdapat museum yang berisikan koleksi barang dari zaman Sri Sultan Hamengku Buwono I hingga Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dengan mengunjungi Keraton Yogyakarta wisatawan domestik maupun mancanegara akan dapat mengetahui sejarah dan juga peninggalan dari setiap masa kepemimpinan raja Yogyakarta.

Mobil dinas Sri Sultan Hamengku Buwono IX semasa menjabat sebagai Wakil Presiden RI. (Foto: Eky/Ekonomika)
Mobil dinas Sri Sultan Hamengku Buwono IX semasa menjabat sebagai Wakil Presiden RI. (Foto: Eky/Ekonomika)
Pintu masuk menuju ke salah satu bangsal yang ada di Keraton Yogyakarta. (Foto: Eky/Ekonomika)
Pintu masuk menuju ke salah satu bangsal yang ada di Keraton Yogyakarta. (Foto: Eky/Ekonomika) 
Lambang Praja Cihna merupakan lambang khas Keraton Yogyakarta (Foto: Eky/Ekonomika)
Lambang Praja Cihna merupakan lambang khas Keraton Yogyakarta. (Foto: Eky/Ekonomika)
Seorang abdi dalem putra yang setia berada di Keraton (Foto: Eky/Ekonomika)
Seorang abdi dalem putra yang setia berada di Keraton. (Foto: Eky/Ekonomika)
Patung Dwarapala merupakan simbol dari penjaga gerbang atau pintu yang ada di komplek Keraton Yogyakarta  (Foto: Eky/Ekonomika)
Patung Dwarapala merupakan simbol dari penjaga gerbang atau pintu yang ada di komplek Keraton Yogyakarta.(Foto: Eky/Ekonomika)
Abdi dalem putri yang melukis motif batik diatas kain.  (Foto: Eky/Ekonomika)
Abdi dalem putri yang melukis motif batik diatas kain. (Foto: Eky/Ekonomika)
19342 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *