Kenapa Nilai Saya D

Kenapa Nilai Saya D

Oleh: Affi Arizka Handayani

Beberapa mahasiswa pastilah merasa cemas menunggu nilai setelah lelah bergulat dengan segala aktivitas perkuliahan terutama tugas dan ujian selama satu semester, lalu mendapati nilai yang tidak sesuai dengan ekspektasi dan tidak bisa berbuat apa-apa menjadi dilema tersendiri. Oleh karena itu terkadang kejujuran dosen dalam memberikan nilai patut dipertanyakan.

Bacaekon.com-Opini. Transparansi dalam proses pemberian nilai bagi sebagian mahasiswa adalah hal yang sangat penting, bukan hanya karena hal ini menjadi hak bagi mahasiswa untuk mempertanyakan nilai yang diberikan dosen, tetapi juga sebagai bentuk pertanggung jawaban moral dosen terhadap profesinya. Yang disesalkan, bukan sekali dua kali beberapa dosen tidak mau menindaklanjuti keluhan anak didiknya yang meminta kejelasan, bahkan ada beberapa oknum yang mengancam akan menurunkan nilai jika mahasiswa tidak menerima.

Entah apa yang menjadi alasan sehingga beberapa dosen merasa terlalu berat untuk memberikan akses yang nyata. Lantas yang menjadi pertanyaan, apakah ada suatu peraturan yang mengatur tata cara pemberian nilai kepada mahasiswa dan indikator-indikator apa yang digunakan seorang dosen untuk memberikan nilai.

Kita mengenal sistem kontrak belajar, di mana pada awal perkuliahan dosen membuat standar penilaian yang disetujui oleh mahasiswa. Standar tersebut akan berbeda-beda oleh setiap dosen, mulai dari kehadiran, tugas, nilai ujian, hingga keaktifan di kelas. Nilai D yang diberikan oleh beberapa dosen ketika semua unsur tersebut sudah dipenuhi tentunya bukan perkara yang mudah untuk diterima. Serta membingungkan karena itu berarti tidak lulus dan mau tidak mau harus mengulang mata kuliah yang sama sementara mahasiswa merasa sudah melakukan semua standar yang ada. Kondisi seperti itu, mungkinkah ada beberapa sifat subjektivitas dosen yang menjadi patokannya ketika memberikan nilai?

Kalau seperti ini standarisasi kontrak belajar yang dibuat di awal perkuliahan akan menjadi sia-sia karena toh kenyataannya mengerjakan semua tugas tepat waktu, mendapat nilai yang baik saat ujian, presensi yang sesuai aturan dan aktif di kelas belum menjamin pasti lulus dalam suatu mata kuliah tersebut.

3035 Total Views 1 Views Today

Related Post

4 Comments

  • oh jadi nilaimu diturunin gitu? harusnya kalo di ralat bukannya nilaimu naik fi? sakit. dia dapet gelar dosen mungkin instan jadi maklumin aja. dosen macam apa kaya gitu nggak kasih mahasiswanya tempat buat pertimbangan malah ancaman yg didapet. semoga segera ya rektor *** yk tau masalahnya. untuk bahan pertimbangan kualitas dosen.

    Reply
  • Saya mempunyai dua orang putra, yang pertama kelas 1 SD dan yang kedua masih TK. Saya punya masalah pada anak pertama saya ternyata nilai-nilai pelajaran di sekolahnya tidak bagus, setiap disuruh untuk belajar susah sekali padahal membaca saja masih belum lancar, saat ulangan banyak yang tidak dijawab atau kosong. Saya jadi bingung dan sedih bagaimana caranya agar dia bisa berubah menjadi lebih baik lagi, karena di sekolah pun dia jarang sekali mendapat nilai dari gurunya, karena tidak selesai mengerjakan tugas.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *