KEHADIRAN GUBERNUR JATENG KE UII DISAMBUT AKSI OLEH MAHASISWA

KEHADIRAN GUBERNUR JATENG KE UII DISAMBUT AKSI OLEH MAHASISWA

(Sumber foto: merdeka.com)

Oleh: A. Gunawan

Bacaekon.com-Kampus. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Senin (2/5) hadir di Auditorium Kahar Muzakir Universitas Islam Indonesia (UII) dalam undangannya sebagai pembicara pada acara live talkshow Suara Rakyat yang diselenggarakan oleh TvOne. Namun, kehadirannya tersebut disambut oleh aksi gabungan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Agraria.

Massa yang sejak sore hari berkumpul di depan auditorium berorasi sembari menunggu kehadiran Ganjar Pranowo ke lokasi acara. Dalam aksi ini mereka membawa beberapa tuntutan, diantaranya:

  1. Tolak kedatangan Ganjar Pranowo ke Universitas Islam Indonesia.
  2. Tolak intervensi politik praktis masuk ke kampus.
  3. Selesaikan konflik-konflik agraria yang ada di Jawa Tengah.
  4. Pemerintah sebagai aparatur negara harus bersikap membela rakyat dan berhenti melakukan tindakan represif ke rakyat dengan militernya dalam menangani konflik agraria.
  5. Tegakkan Undang-Undang Pokok Agraria tahun 1960 dengan sebenar-benarnya, serta tegas memasukkannya dalam politik negara.

Keinginan massa untuk bertemu Ganjar Pranowo terkabul pada malam hari setelah acara talkshow berakhir. Pada kesempatan tersebut dirinya menjelaskan perihal kedatangannya ke UII tidak dalam politisasi kampus, namun menghormati undangan dari TvOne.

Lebih lanjut mengenai konflik lahan antara masyarakat dan perusahaan yang terjadi di Jawa Tengah, dirinya menjelaskan belum memberi ijin pada proyek-proyek tersebut. “Saya belum pernah menandatangani satu pun SK (surat keputusan, Red) yang berkaitan dengan ijin semen dan lain sebagainya. Tapi saya bertanggungjawab sebagai gubernur/sebagai institusi.” ujarnya.

Terkait konflik lahan yang ada di Urut Sewu antara masyarakat dan TNI, Ganjar menjelaskan dirinya beserta timnya telah mendata satu per satu, penyelesaian dokumen pun sudah dilakukan, lalu finalisasi akan dikirimkan kepada presiden karena menurutnya persoalan dan tanggungjawab ini berada ditingkat BPN, kabupaten, dan konflik yang muncul adalah soal kepemilikan.

“Seluruh sertifikat yang ada sudah ada ditangan saya copy-nya. Berikutnya tinggal kemudian kita sampaikan pada keputusan politik karena ini sudah sampai di Komisi 1 DPR, sejak saya masih komisi 2 dulu. Kemudian ini sudah sampai pada presiden tinggal kita menentukan keputusan yang ada di pusat. Kalau ini untuk TNI maka maka rakyat harus diberikan redistribusi tanah dan itu yang kita tawarkan kepada mereka, sekarang tinggal kita menegosiasikan untuk itu.” Ganjar Pranowo menjelaskan.

Reporter: Danu, Ginola, Dita, Gunawan, Ridho

434 Total Views 1 Views Today

Related Post

LAGU  BURUH TANI BERGEMA SAAT SEMATA

LAGU BURUH TANI BERGEMA SAAT SEMATA

  Oleh : Dewi Larasati (Foto:  Amelia Larasati) BACAEKON.COM-KAMPUS FE UII, (26/08) berlangsung kegiatan ospek…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *