Berita Kampus

Kebijakan Labil Larangan Merokok di Kawasan FBE UII

Foto: Azizah

Oleh: Utami Aditya Ningrum*

“…karena bagi mereka (perokok-red) ngerokok itu bisa nambah inspirasi jadi gua gak mau temen gua jadi kurang produktif karena adanya larangan merokok ini,” -Imam Nur Fadila, Mahasiswa Akuntansi Angkatan 2018

Berawal dari broadcast yang dikirim oleh Official Account Line Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (FBE UII) yang berisikan peraturan baru yaitu larangan merokok di lingkungan FBE UII. Peraturan ini berlaku mulai tanggal 2 Januari 2020. Spanduk juga terlihat terpasang di beberapa sudut kampus, berisi penegasan larangan merokok dan penghapusan Smoking Room, padahal keberadaan smoking room sendiri masih tergolong baru. Sayangnya harus dihapuskan seiring dengan peraturan baru. Peraturan ini membuat banyak Mahasiswa di FE merasa kurang nyaman terutama bagi perokok.

Bersamaan dengan peraturan ini, muncul berbagai tanggapan dari mahasiswa FBE UII. Beberapa mahasiswa menentang peraturan ini, salah satunya Cahyo Bayu, Mahasiswa Akuntansi Angkatan 2016. “Buat apa prodi FE membuat smoking room yang tujuan akhirnya dinonaktifkan. Kalau mau dilarang harusnya dari awal tanpa ada smoking room.” Hal yang sama disampaikan oleh Imam Nur Fadila, Mahasiswa Akuntansi Angkatan 2018, walaupun bukan perokok ia menentang kebijakan ini, “kalo gua liat dari temen-temen yang ngerokok,  karena bagi mereka ngerokok itu bisa nambah inspirasi jadi gua gak mau temen gua jadi kurang produktif karena adanya larangan merokok ini,” tukas Imam. 

Sementara itu Adim Windi Yad’ullah, mahasiswa Ilmu Ekonomi Angkatan 2018 mempunyai pendapat yang berbeda,”saya sih sudah setuju,  karena selayaknya kampus harus bebas dari asap rokok tanpa mengurangi rasa hormat ke temen yang ngerokok. Soalnya waktu ada smoking room pun masih banyak yang ngerokok di luar tempat yang ditentukan,” ujar Adim. 

Sementara itu menanggapi banyaknya mahasiswa yang tidak setuju akan kebijakan ini, Dekan FBE UII, Jaka Sriyana, mengatakan bahwa dirinya menerima jika mahasiswa ingin berdiskusi  perihal kebijakan baru tersebut, “yang tidak setuju itu nanti tinggal bilang kalau mereka tidak setuju dan mau berdiskusi ya tinggal bilang saja tapi kalo mau dipendem ya tidak apa-apa.” Jelas Jaka. 

Untuk kedepannya pelaksanaan kebijakan ini sendiri akan terus diawasi, menurut Arief Rahman, Wakil Dekan bidang Sumber Daya FBE UII, akan ada dibentuk dewan pengawas yang kedepannya mengawasi mahasiswa yang masih merokok di area kampus. “Ini kita akan membuat semacam satgas (Satuan Petugas-red) nanti mungkin kita akan melibatkan teman-teman mahasiswa juga disitu mungkin kita masih persuasif untuk mengingatkan mahasiswa yang masih kedapatan merokok di area kampus.” Terang Arief.

Keadaan smoking room sendiri setelah dikeluarkannya kebijakan ini tampak bersih. Blower yang tadinya terpasang nampak sudah dilepas, kemudian bangku-bangku yang ada sudah singkirkan begitu juga bagian belakang smoking room yang biasa digunakan untuk tempat merokok. Hal ini menegaskan bahwa aturan larangan merokok di area kampus telah ditegakan.

Rencananya ruang Smoking room ini akan dialih fungsikan menjadi ruang laktasi. “Yang urgent sebenarnya adalah ruang laktasi, ruang untuk ibu-ibu muda, kan banyak dosen-dosen muda dan mahasiswa pascasarjana yang membutuhkan ruang laktasi nah ini yang justru kita bayangkan dan yang akan kita fasilitasi, karena saya pernah mendapat keluhan dari mahasiswi pascasarjana,“ jelas  Arief.

Reporter: Retno dan Utami

Editor: Azizah

*Penulis adalah magang LPM Ekonomika

210 Total Views 3 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *