Jogja Aman, Jogja Nyaman

Jogja Aman, Jogja Nyaman

(Foto : Madya)

Oleh : Suci Brilianti Hermanto

Bacaekon.com, Yogyakarta-Rabu, (9/1), dilakukan aksi Damai 9119 yang dilaksanakan di tiga tempat berbeda, yaitu Alun-alun Utara, Kantor Gubernur, dan Kantor Polda DIY. Ratusan warga, organisasi masyarakat, komunitas sosial hingga pengemudi ojek online ikut serta dalam aksi Damai Melawan. Long march (jalan -red) dari Alun-alun Kidul menuju Kantor Gubernur DIY dan dilanjutkan konvoi menuju Mapolda DIY.

Menurut Piter Antoro selaku koordinator acara, aksi damai dilakukan sebagai bentuk aspirasi karena keresahan masyarakat Yogyakarta terkait konten di media sosial tentang kejahatan jalanan. “Aksi ini terselenggara sebagai respon masyarakat Jogja terhadap kejahatan jalanan yang kian marak memakan korban. Keprihatinan bertambah tatkala pelakunya masih berstatus pelajar dan dibawah umur,” tutur Piter. Ia menambahkan, dalam aksi damai ini juga, istilah yang biasa dikenal dengan klithih diganti dengan sebutan kejahatan jalanan.

Dihadiri berbagai kalangan masyarakat termasuk para pemuda. Piter Irianto selaku koordinator acara mewakili aksi Damai Yogya berpesan untuk generasi muda agar lebih banyak melakukan hal positif. Hindari kegiatan malam di luar rumah jika tidak ada hal yang mendesak untuk keselamatan.

Rasa prihatin juga muncul dari simpatisan jaket hijau ojek online yang turut serta memenuhi barisan aksi. Wintolo Irianto, salah satu simpatisan sekaligus korban kejahatan jalanan menyampaikan aspirasinya dalam mediasi dengan Gubernur DIY bahwa tidak sedikit driver ojek online menjadi korban dan mendapat ancaman.

Dalam hal ini, Irianto mewakili peserta aksi menyampaikan komitmen ojek online guna menciptakan kenyamanan kerja dengan mengadakan Go-rescue dan tim ngalong. Hal ini bertujuan menolong korban dan berkoordinasi memantau daerah rawan kejahatan.“Progo Sakti telah dibentuk, namun belum cukup efektif memberi efek jera pelaku sehingga masih banyak korban,” tukas Irianto.

Hasill mediasi di Kantor Gubernur  DIY disampaikan Noviar, perwakilan Satpol PP.  “Gubernur akan menindak tegas pelaku kejahatan jalanan melalui program kerjasama dan represif oleh TNI dan POLRI. Bentuk tanggungjawab kami (-red) dari Persatuan Polisi Pamong Praja beserta jajaran Pemerintah DIY akan melakukan Program Satpol  PP Goes to School,” ujar Noviar. Pihak Satpol PP juga meminta bantuan seluruh elemen masyarakat agar program ini dapat terealisasi sebagai tindakan nyata, bukan sekedar jargon.

Aksi dilanjutkan di Mapolda DIY, kembali mendapat sambutan baik dari pihak kepolisian.  Yulianto sebagai perwakilan Polda menyampaikan terimakasih kepada aksi ini turut serta bersinergi  menjaga keamanan di tengah maraknya kejahatan jalanan .“Saya turut memohon bantuan melalui forum komunikasi agar terus melaporkan kejadian secara resmi agar selanjutnya diambil langkah yang tepat dengan meningkatkan patroli keamanan secara menyeluruh,”tutur Yulianto.

Aksi Damai diakhiri dengan penyampaian saran serta harapan kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum oleh  Irwan Asmara selaku Sekretaris Jenderal ojek online, “kami harap terdapat aksi nyata setelah adanya aksi damai ini, menciptakan Jogja tetap Istimewa,” tegas Irwan menutup.

Reporter : Madya, Suci

11542 Total Views 3 Views Today

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *