Jejak Petualang Seorang Diplomat Amerika

Jejak Petualang Seorang Diplomat Amerika

(Foto: ebooks.gramedia.com)

Oleh: Ulfa Fajria Ayub

Judul                  : Seperti Bulan dan Matahari, Indonesia dalam Catatan Seorang  Diplomat Amerika

Penulis               : Stanley Harsha

Penerbit              : Kompas

Cetakan              : I, 2015

Jenis Buku          : Non-fiksi

Tebal                   : xviii + 254 halaman; 14 cm x 21 cm

ISBN                   : 9789797099305

 

Saya menghabiskan waktu selama bertahun-tahun di dua tempat yang sangat saya cintai, Amerika dan Indonesia, dan berharap dapat membaktikan sisa hidup saya untuk membangun jembatan yang melintasi Lautan Pasifik,” Stanley Harsha.

Bacaekon.com-Rekomendasi. Setelah berinteraksi selama puluhan tahun dengan Indonesia, menumbuhkan kecintaan Stanley Harsha akan budaya nusantara. Bahkan ia telah menjatuhkan pilihannya dengan mempersunting seorang gadis Jawa, hingga memiliki dua orang anak. Tak mudah baginya untuk menulis dalam bahasa Indonesia, namun dengan bantuan dari Henny Mangoendipoero yang kini menjadi istrinya, buku ini dapat dinikmati oleh khalayak ramai. Stanley membagi buku ini menjadi lima bagian, mulai dari kehidupan pribadinya, toleransi beragama, perang melawan terorisme hingga politik yang terjadi di kedua negara. Tulisan dalam buku ini murni berdasarkan pengalaman pribadi dan hasil menjalin koneksi dengan masyarakat Indonesia.

Takdir yang membawanya hingga memilih negara Indonesia sebagai tujuan penugasan luar negeri yang pertama ebagai diplomat. Pertama kali ia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Henny. Cantik dan berkharisma, menjadi daya tarik gadis penerima program beasiswa Fullbright di Universitas Michigan, Ann Arbor. Diawali dengan penolakan dari Henny dan keluarga, tak membuat Stanley patah semangat. Pernikahan antarbangsa saat itu bukan menjadi satu hal yang biasa, terlebih Henny berasal dari keluarga dengan tradisi jawa yang kental. Hingga akhirnya Bapak, yang juga seorang pahlawan nasional penerima tanda kehormatan Satyalancana Wirakakarya, mengalah dan bersedia untuk menemuinya.

Dalam buku ini juga menceritakan perbedaan pendapat yang tajam mengenai konflik politik dan agama antara Indonesia dan Amerika Serikat menyikapi peristiwa 11 September 2001. Tentunya hal ini akan menyulitkan hubungan kedua negara di tahun-tahun berikutnya. Dimana citra Amerika Serikat di mata muslim mulai menurun, sedangkan mayoritas muslim dunia terdapat di Indonesia. Bahkan banyak orang Indonesia yang protes dan berteriak-teriak di depan gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat, beberapa membakar bendera Amerika. Sehingga departemen luar negeri Amerika Serikat mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning), mendesak warga Amerika untuk “menunda perjalanan yang tidak perlu ke Indonesia”. Hal ini melahirkan kekhawatiran bagi Stanley tentunya, terlebih untuk keamanan anak-anaknya yang saat itu tinggal di Indonesia.

Beralih dari konflik yang terjadi, diplomat purnakarya Amerika ini menulis buku dengan pendekatan emosional bahwa terdapat tali persaudaraan antara Paman Sam dan Ibu Pertiwi. Sama-sama memiliki semboyan yang bermakna sama, antara Bhinneka Tunggal Ika dan E Pluribus Unum (Dari yang Banyak Menjadi Satu). Terlebih saat Obama menjadi presiden Amerika. Banyak orang Indonesia yang mengenal Obama sebagai “anak Menteng” yang menghabiskan sebagian masa kecilnya di Indonesia dan bersekolah di Sekolah Dasar Negeri Menteng sampai kelas empat. Hal ini menyebabkan opini baik Indonesia mengenai Amerika meningkat dibawah kepemimpinan Obama disamping pengurangan intervensi militer dan lebih menekankan pada bantuan luar negerinya. Stanley pun menulis bahwa hubungan pribadi antar seseorang memang berarti di Indonesia.

Sebagai seorang diplomat, tak hanya mengamati saja, tapi Stanley mampu beradaptasi dan membaur dengan budaya Indonesia. Penilaiannya berdasarkan pengalaman pribadi dari berbagai aspek terhadap negara Indonesia cukup menyeluruh. Jika buku ini ditujukan untuk menyebarkan pesan damai dari Amerika untuk Indonesia, pesan itu dapat tersampaikan. Buku ini cocok untuk pembaca yang menyukai hal-hal yang berkaitan dengan hubungan internasional, politik, dan budaya. Tidak ringan, namun juga tidak terlalu berat untuk dibaca. Kata terakhir dalam sajian penutup, Stanley mengatakan bahwa akan sangat bersyukur jika buku ini mampu menginspirasi beberapa orang Amerika dan Indonesia untuk belajar tentang agama selain agamanya sendiri, meningkatkan toleransi, serta dengan tegas menentang fanatisme yang menghasut kebencian dan konflik.

 

9930 Total Views 17 Views Today

Related Post

Melancong di Pecinan Kota Semarang

Melancong di Pecinan Kota Semarang

Foto: mapio.net Oleh : Karina Anindita Tri Rahma Bacaekon.com-Rekomendasi Akhir pekan hampir tiba, waktu yang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *