ISLAM DAN KUANTITAS

ISLAM DAN KUANTITAS

(Foto : FORUM.MERDEKA.COM)

Oleh : Nabila Ramadhani

Sungguh Allah telah menolong kamu dalam Peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertawakallah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang Mukmin, “Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?” Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. QS. Ali ‘Imran: 123-125

            BACAEKON.COM-OASE. Ketika kita diingatkan kepada suatu kejadian yang bersejarah bagi kaum muslimin yaitu perang Badar, maka apa yang muncul dibenak kita? Keberhasilan perang badar mengajarkan kepada kita bahwa kuantitas bukanlah segalanya. Ketika kaum muslimin yang hanya berjumlah tiga ratusan orang pasukan melawan 1000 musuh, maka logika akan berpikir bahwa kekalahanlah yang akan diterima kaum muslimin.

            Kuantitas suatu kelompok terkadang menjadi andalan organisasi untuk maju dan berkembang, karena paradigmanya adalah semakin banyak yang terlibat dalam suatu organisasi maka semakin cepat pula jalan organisasi, namun akan lebih menguntungkan lagi ketika mereka mampu bekerja sama dan saling mendukung satu sama lain. Lalu apakah kuantitas yang banyak itu menjadi indikator organisasi yang berhasil? Tentu tidak jika koordinasi satu sama lainnya tidak dikendalikan dengan baik. Koordinasi yang baik memang tidak mudah, perlu adanya kemampuan kerja sama dan loyalitas yang membantu terwujudnya koordinasi apik. Munculah peran pemimpin dalam pembahasan ini, pemimpin berkewajiban menggabungkan isi kepala para anggotanya dan membuatnya dalam satu sinergi supaya suatu organisasi dapat mencapai tujuannya.

            Perang Badar yang melibatkan kaum muslimin dan kaum Quraisy ini mengisahkan kecerdasan seorang pemimpin dalam mengatur strategi untuk melemahkan musuhnya. Kaum muslimin berhasil mengalahkan musuhnya yaitu kaum Quraisy dengan dipimpin oleh seseorang yang tidak diragukan lagi kehebatannya dalam taktik perang, dia adalah baginda Rasulullah Muhammad SAW.

            Nabi Muhammad SAW membuktikan kepada kita bahwa banyaknya kuantitas bukanlah pemegang peran utama dalam mencapai kemenangan. Allah SWT berfirman pada QS. Ath Thalaaq ayat 2 dan 3 yang artinya “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. Bahwasannya setiap masalah itu pasti ada jalan keluarnya, walaupun sangat mustahil rasanya para kaum muslimin menang dalam perang badar, tetapi Allah SWT menghendakinya bahwa kaum muslimin menang maka jadilah kemenangan itu.

            Kemenangan yang diraih kaum muslimin menggambarkan kualitas koordinasi yang baik. Bagi manusia berdoa memanglah suatu kewajiban, namun jika tidak ada usaha yang mengiringi maka jadilah angan-angan semata. Setiap insan pasti akan diberi masalah karena itu ujian, sebab ujian itu bentuk kasih sayang Sang Maha Penyayang yang mencurahkan kerinduan-Nya, rindu akan sujud dan doa yang ikhlas dari hamba-Nya. Putus asa bukanlah jalan keluar dari masalah, karena Allah SWT berjanji pada hamba-Nya yang bertaqwa bahwa Dia akan menolong dengan memberi jalan keluar untuk berbagai masalah.

            Sekolompok insan yang berkumpul membentuk kelompok dan membuat tujuan yang sama, tidaklah terlepas dari yang namanya masalah. Apalagi sekumpulan ini terdiri dari beberapa insan yang mempunyai keinginan dan pendapat yang berbeda, wajar saja apabila perselisihan terjadi diantara insan yang berkumpul tersebut. Namun apabila kita berkaca pada sejarah umat islam yaitu perang badar, maka kuantitas pada suatu kelompok ini tidak akan menjadi masalah baik tercapai atau tidaknya tujuan suatu organisasi.

            Koordinasi yang baik antar anggota dan kepercayaan kepada pemimpin adalah cara membangun kualitas kelompok. Allah berfirman pada QS. Almukmin ayat 60 yang artinya “Berharaplah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan harapanmu sekalian.” Kualitas kelompok atau organisasi tidak bisa diukur dengan kuantitas anggotanya, namun bisa diukur dengan rasa kepercayaan dan optimis yang membuahkan kinerja anggotanya, dimana hal tersebut membentuk koordinasi yang baik. Kualitas terwujud apabila kita berusaha, karena keridhoan Allah SWT itu dijemput bukan ditunggu.

 

37202 Total Views 2 Views Today

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *