INDAHNYA BERSYUKUR

INDAHNYA BERSYUKUR

(Foto : Dok. Republika)

Oleh : Nur Alfiyah

BACAEKON.COM-OASE. Syukur adalah salah satu kata yang sering kita dengar dan ucapkan sehari-hari, namun nyatanya kata syukur tidak se-simpel yang terlihat. Pada kenyataannya kita masih merasa sulit untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dimana sebagai seorang manusia kita masih sering mengeluh dengan keadaan yang kita jalani. Ketika seseorang mengalami kesulitan maka akan dengan mudah merasa sedih, dan lebih parahnya merasa bahwa Tuhan telah bertindak tidak adil kepadanya. Hal tersebut yang membuat kita sering lupa dengan nikmat yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Apalagi banyak orang yang masih berfikir bahwa nikmat itu hanya sebatas materi. Padahal sebenarnya Tuhan telah memberikan banyak nikmat yang terkadang tidak kita sadari. “Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang.” (HR Bukhari). Dalam hal ini ada dua kenikmatan yang sering dilupakan oleh manusia yaitu kesehatan dan waktu luang, dimana kita ingat bahwa kesehatan merupakan sebagian dari kenikmatan dari Tuhan adalah ketika kita sedang sakit.“Ambillah kesempatan lima (keadaan) sebelum lima (keadaan). (Yaitu) mudamu sebelum pikunmu, kesehatanmu sebelum sakitmu, cukupmu sebelum fakirmu, longgarmu sebelum sibukmu, kehidupanmu sebelum matimu.” (HR. Al Hakim).

Selain itu Allah SAW juga telah banyak berfiman di dalam Al-quran, diantaranya dalam surah Ar-rahman terdapat kata “Fabiayyi âlâi Rabbikumâ tukadzdzibân yang artinya maka nikmat tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ” dan bahkan ayat ini diulang sampai tiga puluh satu kali. Dimana ayat ini memberikan peringatan kepada kita untuk tidak melupakan nikmat yang telah Allah berikan (agar kita bisa bersyukur dengan yang kita miliki). Sesuai dengan firman Allah, “maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku. [Al-Baqarah/2:152]” Bahkan masih banyak lagi manfaat dari syukur itu sendiri separti yang telah dijelaskan Allah dalam Al-quran “sesungguhnya jika (kamu) bersyukur pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Dan jika kamu mengingkari (nikmat-KU) maka sesungguhnya azab-KU akan sangat pedih“. (QS. Ibrahim ayat 7). Selain itu banyak hadist yang menerangkan tentang syukur, diantaranya adalah “Sesungguhnya manusia paling banyak bersyukur kepada Alllah yang maha suci lagi maha tinggi, mereka yang lebih banyak bersyukur (berterima kasih) kepada manusia (H.R. Ahmad).” Kemudian  “Dari Abu Abdillah a.s, beliau berkata, “bahwa Rasulullah saw. bersabda, “orang yang menyantap makanan dengan rasa syukur, maka dia diberi pahala, seperti orang yang berpuasa menjaga dirinya. Orang yang sehat yang mensyukuri kesehatannya, maka dia diberi pahala, orang yang menanggung penderitaan (jasmani)-nya dengan sabar. Dan orang yang memberikan dengan rasa syukur, maka dia mendapat pahala yang sama dengan orang yang menanggung kerugian dari menjaga diri.” (H.R Abu Hurairah dan al-Qudha’i).”

Tidak dipungkiri lagi, kita lebih sering membandingkan diri dengan orang yang lebih beruntung dari kita dalam urusan harta, tahta, maupun kecantikan. Dan kita sering lupa bahwa diluar sana ada banyak saudara kita yang jauh lebih tidak beruntung dari kita. Namun untuk urusan ilmu, kita sering memandang dengan arah yang kebalikan. Oleh karena itu rasul pernah besabda “Dari Abu Huraira radhiallahuanhu berkata: Rasulullah SAW Bersabda: Lihatlah orang yang lebih rendah daripada kamu dalam urusan dunia dan janganlah kamu melihat orang yang lebih tinggi daripada kamu, maka dia lebih pantas (menempati) kedudukan yang lebih tinggi daripada kamu agar kamu tidak mrngandai-andai (jangan kamu pantas-pantaskan kedudukan orang di atas kamu). (H.R. AL-Bukhari dan Muslim).” Itulah yang membuat kita menjadi merasa sedih dan kurang bersyukur terhadap apa yang telah Allah berikan kepada kita. Dan lagi jika kita renungkan lebih mendalam tentang kenikmatan yang telah Allah berikan, betapa kenikmatan tersebut tidak akan pernah bisa kita hitung.

Alangkah baiknya apabila sebagai seorang muslim kita bisa menjadikan syukur sebagai budaya sehari-hari. Karena dengan rasa syukur maka kita dapat mengendalikan diri untuk selalu berfikir positif atas apa yang Allah berikan kepada kita. Rasul pernah bersabda “Empat perkara, barang siapa diberi keempatnya berarti ia telah mendapatkan kebaikan dunia akhirat: hati yang selalu bersyukur, lisan yang selalu berzikir, diri yang selalu bersabar menghadapi bala’ dan istri yang tidak berkhianat pada dirinya dan pada harta suaminya.” (‘Ash-Shabru wats Tsawabu’alaihi, tulisan Ibnu Abi Dunya hal. 36.) dari hadis tersebut dapat kita lihat bahwa syukur masuk kedalam salah satu perkara untuk mendapatkan kebaikan diduniadan akhirat.

 

7710 Total Views 1 Views Today

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *