Berita Kampus

Ikuti Seminar untuk 5 Poin Tambahan

(Foto : instagram.com/tokocrypto)

Oleh : Taufan Dwi Heryudanto & Andi Agung Kurniawan Arifuddin

Bacaekon.com, Kampus-Lima poin tambahan diberikan kepada mahasiswa yang mengikuti acara Diskusi Panel terkait Pembahasan Blockchain Cryptocurrency dan Networking oleh dosen yang bersangkutan. Acara tersebut diselenggarakan di salah satu hotel berbintang Yogyakarta pada tanggal 7 Desember 2018. Namun hal tersebut menimbulkan permasalahan karena biaya yang dikenakan dianggap memberatkan untuk diikuti mahasiswa.

Salah satu mahasiswa yang tidak ingin disebutkan namanya merasa keberatan dengan biaya yang harus dikeluarkan jika mengikuti acara tersebut. Ia merasa Rp250.000 terlalu berat untuk 5 poin tambahan di nilai akhir. Mahasiswa lain yang juga tidak ingin disebutkan namanya mempunyai pendapat berbeda. “Sepadan sih menurutku soalnya gak semuanya(mahasiswa-red) dapet toh, tapi bagi yang lain gak sepadan sih karena terlalu mahal, tapi buat aku pribadi gak keberatan, karena dapat ilmu juga kan, ilmu itu mahal,” imbuhnya.

Ketua Program Studi Manajemen Program Sarjana Anjar Priyono menuturkan bahwa ia tidak setuju jika Rp250.000 itu untuk membeli lima poin nilai akhir. “Saya tidak setuju ya dengan membeli itu, karena esensinya itu bukan membelinya itu, karena esensinya itu mendapat pengetahuan,” tegas Anjar.

Terkait hal semacam itu Anjar tidak melarang namun dengan catatan tidak memberatkan mahasiswa. “Tapi kalau pun mahasiswa tetap ingin bersedia ikut ya gapapa. Tapi yang perlu ditekankan di sini adalah tidak ada paksaan sama sekali bahwa mahasiswa harus mengeluarkan uang sebanyak itu, itu yang harus digarisbawahi, karena kami tidak ingin istilahnya membebani mahasiswa untuk mendapatkan nilai seperti itu,” tambahnya.

Alternatif lain disampaikan kaprodi yang ditujukan kepada dosen pengampu untuk menghindari adanya mahasiswa yang merasa keberatan. “Alternatifnya meringkas video dari youtube yang berkaitan dengan mata kuliah yang diajarkan, jadi mahasiswa tidak harus mengeluarkan biaya apapun sehingga tidak akan memberatkan,” tutur Anjar.

Bagus Panuntun dosen mata kuliah terkait membenarkan jika ia akan menambahkan 5 poin tambahan di nilai akhir bagi yang mengikuti acara tersebut. Namun tidak mewajibkan seluruh mahasiswa untuk ikut. Bagus mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Permenbud) Nomor 49 Tahun 2014 Pasal 16. Permenbud ini menjelaskan bahwasanya bentuk pembelajaran tidak hanya di dalam kelas.

Bagus menyebutkan alasan kenapa memilih acara tersebut karena tema yang cocok dengan mata kuliah Sistem Informasi Manajemen yang diampunya. Tema yang diangkat BTCN 1.0 Akar adalah blockchain for grassroot movements. Tema tersebut mengangkat blockchain sebagai salah satu pilar penting dalam perkembangan industri Indonesia.

Reporter : Agung, Azizah, Sarah, Taufan

29023 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *