HIDUP BERKAH DENGAN SEDEKAH

HIDUP BERKAH DENGAN SEDEKAH

(Sumber foto: www.nicothemarketer.com)

Oleh: Fenny F Ramadhani

Bacaekon.com-Oase. Setiap orang pasti mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda dalam memenuhi kehidupannya. Lewat uang, semua orang dapat menggunakannya untuk apa saja yang mereka inginkan. Terutama anak remaja yang masih rentan tergoda dengan kesenangan yang sesaat untuk memenuhi keinginannya. Terkadang manusia terlena akan hal kesenangan tersebut, akan lebih baiknya mengingat orang lain di sekitarnya yang masih kekurangan. Banyak orang yang kurang mampu di sekitar mengharap pemberian dari kita, terutama yang mempunyai harta maupun rezeki yang berlebih karena siapa lagi kalau bukan kita jika tidak meniatkan diri untuk memberi.

Niat yang ikhlas, kita sisihkan uang untuk bersedekah. Kita bantu orang-orang yang membutuhkan uluran tangan kita. Bersedekah, kita pasti akan memperoleh banyak manfaat. Jika kita tidak dapat memanfaatkan uang dengan sebaik-baiknya, syaitan akan menggoda manusia dalam melaksanakan niat baik, ada saja celah yang coba dimanfaatkan, ya dengan berbagai cara dan pola pikir yang itung-itungan dalam bersedekah. Seperti Allah SWT berfirman dalam Al-Quran :

”Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah (bersedekah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran).” (Al-Baqarah : 261)

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)

Subhanallah, sungguh besar balasan yang Allah SWT berikan ketika kita bersedekah. Tidak ada salahnya jika kita berbagi dengan bersedekah. Akan tetapi, ada sebagian manusia justru merasa berat dan susah jika menyisihkan sebagian harta dan perhiasan duniawi yang mereka miliki. Harta yang dikumpulkan dengan susah payah, dianggap sebagai miliknya dan tidak ada untungnya jika harus dibagi atau diberikan kepada orang lain. Alasannya takut merugi dan kehilangan jika harus membagi sebagian harta yang telah dikumpulkannya itu. Padahal, dalam setiap harta yang dikumpulkan seseorang, ada hak bagi mereka yang memerlukan dan membutuhkan.

Sifat kikir, merasa rugi dan juga takut miskin kerap menjadi penghalang bagi seseorang untuk membagikan hartanya yang dimiliki, apalagi sesuatu yang amat dicintainya. Padahal, di balik uluran tangan atau menyedekahkan harta itu ada keutamaan yang Allah SWT janjikan. Lewat sedekah tersebut, manusia tidak akan pernah merasa rugi dan merasa kekurangan justru akan mendapatkan keberkahan. Seperti dalam sabda Rasulullah:

“Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588)

Begitu juga dengan manusia yang seringkali lebih disibukkan dengan urusan rezeki. Oleh karena itu, kebanyakan manusia akan merasa sedih jika dijauhi rezeki dan merasa senang jika dihibur dengan rezeki. Kita tidak akan pernah tahu kapan rezeki kita datang dan pastinya rezeki tiap orang sudah ada yang mengaturnya. Seperti pepatah dalam islam “Min Haitsu La Yahtasib” (dari arah yang tidak disangka-sangka). Jika kita ingin mendapat kejutan rezeki dari arah tidak disangka, cobalah memberi sedekah dengan jumlah yang tidak disangka oleh penerima. Si penerima pasti akan merasa senang dengan pemberian kita.

Bersedekah, lebih baik hanya kita dan Allah yang tahu. Kita luruskan niat untuk memberi dan tidak mengharapkan imbalan karena Allah yang akan memberikan balasannya. Kita akan merasa tenang dan lega jika bersedekah dengan ikhlas dan tidak berat hati memberikan sebagian rezeki kita. Hadits Bukhari dari Hakim Ibnu Hazm telah memberitahu kita bahwa tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah yang pada intinya berarti memberi lebih baik dari meminta.

1642 Total Views 1 Views Today

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *