Hearing yang Tertunda Gagal Terlaksana

Hearing yang Tertunda Gagal Terlaksana

Oleh : Muhamad Gifari Pubarianto

Bacaekon.com-Kampus. Pada Senin, 4 Mei 2015 merupakan agenda lanjutan hearing Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (DPM FE UII) yang terpending pada Minggu (3/05) kemarin. Hearing pada Minggu kemarin dimulai sekitar pukul 11:00-18:00 WIB terpending karena beberapa lembaga kemahasiswaan mempunyai kegiatan masing-masing. Alhasil hearing yang belum selesai rencananya akan dilanjutkan pada Senin (4/05), sesuai kesepakat lembaga-lembaga kemahasiswaan yang hadir pada hearing Minggu (3/05), sebelum dipending.

Beberapa lembaga kemahasiswaan yang turut hadir dalam hearing pada Minggu (3/05), yaitu Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi, Manajemen, dan Ilmu Ekonomi FE UII, Study Club seperti Enterpreneur Community, Lembaga Ekskutif Mahasiswa (LEM) FE UII, Lembaga Dafwah Fakultas (LDF) FE UII, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ekonomika, dan mahasiswa FE UII.

Menindaklanjuti hearing yang tertunda, Senin (4/05) pukul 16.00-17.30 WIB di pantai FE UII malah nyatanya terlihat lengang. Pihak DPM FE UII pun mengungkapkan ketidaktahuan mengapa lembaga kemahasiswaan di FE UII tidak hadir. “Di sini ada lembaga yaitu Kopma, Pers, LEM pun ada, pada saat kita ada hearing malah mereka diam saja, malah kita yang mengajak hearing,” lalu ditutup oleh Mahendra dengan sedikit tawa.

Mahendra selaku ketua DPM FE UII juga mengungkapkan esensi hearing adalah kebutuhan dari setiap lembaga. Hearing sejatinya adalah forum untuk mengevaluasi kinerja DPM FE UII secara periodik. Inilah sebabnya setiap elemen kelembagaan di FE UII harus bekerja sama, karena antar elemen lembaga kemahasiswaan saling membutuhkan. “Sangat disayangkan ketika ada oknum-oknum yang ingin mengintervensi ‘kasarannya’ pada saat hearing, ” tutur Mahendra Permana.

Saat ditanyakan mengenai pendapatnya tentang tidak terlaksananya hearing kemarin, Mahendra Permana mengungkapkan “Kita rasa ketika memang tidak ada lagi dan teman-teman lembaga tidak memperdulikan hearing pada senin kemarin, dan DPM juga merasa ini cukup, karena dari pihak DPM sendiri sudah ada itikad baik untuk hadir. Apabila lembaga yang ada seperti Kopma, Pers dan LEM hadir, Hearing pun akan bisa dilaksanakan terlebih dahulu,” tutur Mahendra Permana.

“Harapannya kita harus memahami lagi bagaimana pendewasaan kita dalam organisasi, yang kurang dalam pandangan saya adalah kita belum ada kedewasaan dalam organisasi, kenapa saya bilang seperti itu? Kadang seseorang mencampur adukkan suatu permasalahan tidak lagi sesuai dengan tujuan yang ingin kita tuju, misalnya kita mempunyai konflik di belakang atau permasalahan pribadi namun ini terbawa ke dalam organisasi kita dan tidak sesuai dengan tujuan kita apa. Harapannya dari setiap lembaga seperti DPM, LEM, lembaga khusus dan lainnya mempunyai kedewasaan dalam organisasi.” tutup Mahendra Permana.

709 Total Views 3 Views Today

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *