Berita Kampus

Gumregah PESTA Online 2020

Foto : Abinaya

Oleh : Retno Puspito Sari

Bacaekon.com-Orientasi Studi dan Masa Pengenalan Kampus (Ospek) secara daring menjadi salah satu alternatif pengenalan dunia kampus kepada mahasiswa baru di masa pandemi ini. Seluruh kegiatan di universitas diarahkan secara daring mengingat kasus positif Covid-19 yang setiap harinya mengalami kenaikan. Tak terkecuali pun Universita Islam Indonesia (UII), Pesona Ta’aruf (PESTA) dimulai 9-12 September 2020. PESTA UII 2020 dibuka dengan pra-pesta dan ditutup dengan konser amal. 

Konsep tatanan baru seperti yang dirilis oleh pihak rektorat melatarbelakangi pemilihan tema PESTA UII 2020; Mahasiswa UII Generasi Insan Ulil Albab sebagai Pondasi Tatanan Baru. Tatanan baru ini merujuk pada lampiran Peraturan Rektor Universitas Islam Indonesia No. 10 Tahun 2020 tentang Panduan Mitigasi dan Tatanan Baru Universitas Islam Indonesia Merespon Pandemi Covid-19. “Nah di sini kita mencoba bahwa maba siap untuk menyelaraskan dengan desain tatanan baru UII tersebut. Seperti yang sudah dirilis dari rektorat sekitar bulan Juni tentang UII Tatanan Baru,” ucap Raditya Adhyaksa atau Didit, Ketua Organizing Committee (OC). 

Kegiatan PESTA UII 2020 mengadakan beberapa webinar dengan topik pembahasan yang beragam. Ketua Steering Committee (SC), Akbar Daffa Raharja atau Jaja, mengungkapkan bahwa impact yang diharapkan dari diadakannya webinar tersebut adalah cenderung untuk memberikan informasi yang lebih banyak mengenai berbagai isu kepada mahasiswa baru. “Di PESTA 2020 concern teman-teman panitia adalah memberi informasi, kita nggak menaruh ekspektasi ketika kita ngomongin entrepreneur, habis itu pengen mahasiswa jadi entrepreneur,” ujarnya. 

Branding visual melalui media sosial menjadi concern untuk menggaet partisipasi mahasiswa baru. “Kita walaupun sebagai ospek universitas, yang mana itu harus dengan penuh substansi, tetapi kita mencoba untuk tidak terlalu kaku. Jadi kita ospek universitas yang penuh substansi tapi dengan bahasa yang lebih merangkul,” ungkap Didit.

Menyoal pelaksanaan PESTA UII 2020 yang tetap dilaksanakan meskipun Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) UII masih dibuka, panitia memberikan alternatif kepada mahasiswa baru yang tidak mengikuti PESTA UII 2020 untuk mengikuti informasi melalui media sosial. Seluruh konten yang tidak terikat dengan Memorandum of Understanding (MoU) pemateri dapat disaksikan secara penuh di kanal Youtube. “Dan juga ini sudah mepet ya sama ospek fakultas, mungkin mereka lebih interaksi sama ospek fakultas. Tetapi untuk materi-materi umum di Pesona Ta’aruf masih bisa ditonton di Youtube Pesona Ta’aruf,” ucap Jaja.

Sumber pendanaan PESTA 2020 berasal dari dana mahasiswa yang telah dibayarkan. Dana tersebut teralokasi menjadi 2 bagian, yaitu Dana Operasional dan Dana Proyek. Penentuan besaran dana operasional dan proyek berasal dari Komisi 3 DPM. Setiap mahasiswa mendapatkan Rp350.000 dana ospek. Dari total tersebut, Rp104.000 di antaranya merupakan dana operasional. Kemudian sisanya, Rp246.000 merupakan dana proyek yang dibagi lagi sebesar 31% untuk ospek universitas dan 69% persen untuk ospek fakultas. Jaja memproyeksikan bahwa kegiatan PESTA UII 2020 tidak menghabiskan dana yang terlalu besar seperti tahun sebelumnya, maka dari itu pada PESTA tahun ini tidak memakai sponsor dan Dana Usaha (Danus).

Per 14 September 2020, Jaja mengkonfirmasi bahwa penggunaan dana PESTA UII 2020 sementara teralokasi sebesar Rp369.000.000 dengan acuan mahasiswa sebanyak 4833 orang. Rasio penggunaan dana tersebut adalah 60:40 (operasional:proyek). Jaja juga menjelaskan bahwa dana yang masuk berjumlah cukup besar, dan menyisakan sisa yang cukup besar pula. Sisa dana ini kemudian akan dibahas penggunaannya dengan rektorat dan Komisi 3 DPM. 

“Karena (dana –red) memang harus dihabiskan sebelum akhir tahun, kita sudah menuju ke arah sana (penggunaan sisa -red) tetapi kita belum bisa mengkonfirmasi (digunakan untuk apa -red) karena berdasarkan obrolan kami dengan Komisi 3 DPM dan LEM itu sudah di ranah rektorat untuk masalah keuangan. Tetapi kita berikhtiar untuk bisa memotong biaya SPP maba yang terdampak. Ada juga beberapa konsep kita akan memberi sesuatu ke teman-teman maba yang membutuhkan. Jadi insyaallah dana operasional dan proyek disalurkan dengan baik,” ucap Jaja. Ia juga menerangkan bahwa dana akan terus bertambah mengingat PMB UII masih dibuka sampai 24 September 2020.

Peralihan offline ke daring menjadikan komunikasi sebagai permasalahan terbesar dan utama. Biasanya koordinasi akan dilakukan secara langsung tatap muka. Pada saat ini personil panitia PESTA UII 2020 terbagi menjadi 2 lokasi, yakni langsung di venue yang berada di Gelora Olahraga (GOR) UII dan di kediaman masing-masing. Jumlah keseluruhan panitia PESTA UII 2020 baik SC maupun OC adalah 308 orang. Panitia yang bekerja di GOR UII sebanyak 32 orang. Hal ini juga memperhatikan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 yang membatasi kerumunan di GOR UII maksimal 40 orang. 

Pun dengan persoalan konsepsi dan kapan pelaksanaan PESTA dilakukan. Pancar Setiabudi Ilham M., Ketua LEM UII, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak rektorat. Langkah tersebut diambil dengan alasan perlunya suntikan-suntikan dan kolaborasi dengan rektorat mengingat tujuan PESTA adalah untuk menyambut maba UII. Rapat bersama dengan pihak fakultas dan perwakilan ketua LEM tiap fakultas juga dilakukan untuk mengembangkan konsep. “Memang kadang-kadang konsepsinya sedikit berubah melihat ritme keadaan yang bermain,” tambahnya.

Pelaksanaan PESTA UII secara daring terbilang cukup baik. Namun pembahasan apakah PESTA secara daring dapat menjadi alternatif PESTA selanjutnya belum ada pembahasan lebih lanjut, tergantung kondisi dan kebijakan panitia selanjutnya. PESTA daring ini diharapkan bisa menjadi blueprint pelaksanaan tahun selanjutnya. Menurut Pancar,  PESTA secara daring dapat dikolaborasikan dengan konsep offline. “Jadi tidak semua monoton dengan keadaan offline selama 3 hari, kalau kita analisa itu kan capek juga mahasiswa dengan segala macam,” pungkasnya.

Reporter : Retno, Arul, dan Ikrar

Editor : Ikrar

 

125 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *