GELIAT E-COMMERCE TANAH AIR

GELIAT E-COMMERCE TANAH AIR

(Sumber foto: EUROMONITOR.2014)

Oleh: Fardholi Sahrizal

Bacaekon.com-Advertorial. Melihat penyelenggaraan Harbolnas pertama kali pada Desember lalu, tren belanja online di Indonesia terlihat semakin mewabah dalam empat tahun terakhir. Hal tersebut diikuti munculnya berbagai situs belanja online. Sebut saja Tokopedia, Blibli, Lazada, Bukalapak, Elevania, hingga MatahariMall. Tak Cuma barang elektronik, pakaian, ponsel dan gadget. Mereka juga menyediakan segala kebutuhan rumah tangga, perlengkapan bayi dan anak, hingga tiket pesawat dan paket wisata.

Untuk sebagaian masyarakat di kota-kota besar, situs online telah menggantikan gerai dan toko retail. Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara pernah menyebut, potensi perdagangan e-commerce tehun ini diperkirakan mencapai US$ 20 miliar atau sekitar Rp 280 triliun. Nilainya lebih besar dari pencapaian tahun sebelumnya sebesar US$ 12 miliar dan senilai US$ 8 miliar pada 2013. Pertumbuhannya sekitar 60 persen hingga 70 persen setiap tahunnya.

Sebenarnya belum ada data baku yang menunjukan data baku perdagangan online saat ini. Mengacu data Euromonitor, nilai perdagangan online Indonesia tahun ini sebesar US$ 1,1 Miliar. Ini yang terbesar di kawasan ASEAN, melampaui Singapura dan Thailand.

Potensi pertumbuhan e-commerce Indonesia ini yang dicium para investor dan pelaku usaha asing sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Pada Oktober 2014, institusi keuangan asal Jepang, SoftBank Copr. Dan Sequoia Capital menyuntikkan dana US$ 100 juta kepada Tokopedia. Dua bulan berselang, Rocket yang membawahi bisnis belanja online Lazada dan Zalora, menggaet kucuran dana segar US$ 250 juta. Sumber: katadata.co.id

Artikel ini disponsori oleh UIINET, PT. Global Prima Utama

508 Total Views 1 Views Today

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *