Festival Wujud Nguri-uri Budaya

Festival Wujud Nguri-uri Budaya

Oleh : Dina Artika Andeswari

Bacaekon.com–Sleman. Bertempat di sepanjang Jalan Parasamya-Jalan Magelang-Jalan KRT Pringgodiningrat-Lapangan Pemda, Sleman, DIY, Minggu siang (27/09) acara puncak Festival Pelangi Budaya Bumi Merapi dihelat. Acara ini diikuti oleh sekitar 49 peserta yang di dalamnya terdapat beberapa peserta dari luar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta seperti Banjarnegara, Bali, Kalimantan Tengah, Sumatera Barat serta Surabaya. Festival budaya yang telah diselenggarakan untuk kali kedelapan ini merupakan agenda besar dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman yang bermitra dengan Purna Paskibraka Indonesia (PPI). “Tahun ini memang dibuat agak besar. Sebenarnya memang penggabungan 3 agenda, yaitu Festival Kesenian Potensi Daerah, Festival Bregada Prajurit Tradisional serta Karnaval Budaya. Kalau tahun sebelumnya hanya Gebyar Pelangi Budaya Bumi Merapi,” tutur Wulansari selaku staf Pasar Seni.

Rangkaian acara ini telah diadakan sejak dua hari sebelumnya (25/09) di tempat yang sama. “Untuk peserta Festival Kesenian 3D ada 17 kecamatan, menampilkan ogoh-ogoh tapi tidak seperti ogoh-ogoh pada umumnya yang berbentuk buto (raksasa dalam legenda Jawa). Malah ada yang mewujudkan dengan ikan koi karena memang di daerah itu ikan koi yang khas. Festival Bregada sendiri diikuti oleh 34 peserta,” jelas alumnus Universitas Gadjah Mada ini.

Acara yang menurut Wulansari telah menarik lebih banyak minat pengunjung dibanding tahun lalu ini juga memberlakukan pembatasan. Namun diberlakukannya pembatasan bukan pada jumlah peserta, melainkan hanya pada saat melakukan displaydi depan panggung kehormatan yaitu sekitar 5 menit. Sedangkan untuk hari ketiga 4 menit, mengingat banyaknya peserta yang ikut serta dalam ajang kreatifitas ini.

“Harapannya ini bisa menjadi ikonnya Sleman. Jadi Sleman bisa menampilkan semua kebudayaan kesenian yang dimiliki. Daya tarik Pariwisata lebih meningkat sehingga perekonomian meningkat. Yang pertama memang nguri-uri (melestarikan) kebudayaan itu sendiri kita harus menjaga, dan yang kedua ya untuk memajukan ekonomi melalui pariwisata,” tutupnya.

 

Reporter : Dina, Ulfa, Fenny, Fajra

758 Total Views 1 Views Today

Related Post

Mapala Unisi Kembali Cair

Mapala Unisi Kembali Cair

(Foto : Gilang) Oleh : Gilang B. Putra Bacaekon.com, Kampus-Setahun lalu Universitas Islam Indonesia (UII)…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *