Galeri

Festival of Light Kaliurang : Cahaya Diantara Kegelapan

Oleh : Taufiq Hidayat, Ayu Rezkyana, Firyal Aulia Rahma, Wenha Gelent Gustita

Akan selalu ada cahaya diantara kegelapan, mungkin kalimat ini cocok menggambarkan sedikit tentang Festival of Light yang terletak di Gardu Pandang, Kaliurang. Menyambut liburan natal dan tahun baru, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, bekerja sama dengan pengelola Taman Pelangi Monumen Jogja Kembali, kembali menggelar Festival of Lights di Gardu Pandang Kaliurang. Festival of Lights berlangsung selama 37 hari, mulai tanggal 15 Desember 2018 sampai dengan 20 Januari 2019. Tempat yang cenderung gelap dan berkabut ini  kini diwarnai lampu-lampu dengan beragam bentuk, beragam warna, dan beragam cerita dari bulan Desember hingga Januari. Jauh menanjak, dingin, dan berkabut akan turut menemani perjalanan menuju Festival of Light. Teman dan kamera merupakan hal wajib yang harus ada saat berkunjung ke Festival of Light ini.

 

Cukup untuk mengudara hari ini, bersiap untuk terbang kembali esok. (Foto: Taufiq/Ekonomika)
Cukup untuk mengudara hari ini, bersiap untuk terbang kembali esok. (Foto: Taufiq/Ekonomika)
Lampion berbentuk mawar, jauh lebih cantik daripada bunga yang sesungguhnya. (Foto: Taufiq/Ekonomika)
Lampion berbentuk mawar, jauh lebih cantik daripada bunga yang sesungguhnya. (Foto: Taufiq/Ekonomika)
Ada terdapat ribuan lampion yang menyinari gelapnya malam. (Foto: Taufiq/Ekonomika)
Ada terdapat ribuan lampion yang menyinari gelapnya malam. (Foto: Taufiq/Ekonomika)
Tak sama bentuk, tapi sama terang. (Foto: Taufiq/Ekonomika)
Tak sama bentuk, tapi sama terang. (Foto: Taufiq/Ekonomika)
Menanjak ditemani kabut, cahaya, dan cerita. (Foto: Taufiq/Ekonomika)
Menanjak ditemani kabut, cahaya, dan cerita. (Foto: Taufiq/Ekonomika)
Tidak semegah istanamu, tapi tidak seterang istanaku. (Foto: Taufiq/Ekonomika)
Tidak semegah istanamu, tapi tidak seterang istanaku. (Foto: Taufiq/Ekonomika)
Jangan takut jalanmu gelap untuk mengukir cerita, karena aku punya cukup cahaya. (Foto: Taufiq/Ekonomika)
Jangan takut jalanmu gelap untuk mengukir cerita, karena aku punya cukup cahaya. (Foto: Taufiq/Ekonomika)
Suara air terjun buatan yang mempunyai efek menenangkan, mampu mengusir stres dan meredakan depresi. (Foto: Taufiq/Ekonomika)
Suara air terjun buatan yang menimbulkan efek menenangkan, mampu mengusir stres dan meredakan depresi. (Foto: Taufiq/Ekonomika)
Lampion raksasa berbentuk Flamengo, burung merah jambu, dari Amerika. (Foto: Taufiq/Ekonomika)
Lampion raksasa berbentuk Flamengo, burung merah jambu, dari Amerika. (Foto: Taufiq/Ekonomika)
4747 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *