Berita Kampus

FE UII Resmi Berganti Nama Menjadi Fakultas Bisnis dan Ekonomika

Foto: Retno

Oleh: Retno Puspito Sari

Ada yang baru dari penyebutan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia. Kini nama Fakultas Ekonomi resmi berganti menjadi Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE). Peresmian perubahan nama dilakukan dalam acara Soft Launching pada Kamis, 16 Januari 2020 oleh Rektor UII, Fathul Wahid.

Menurut Dekan FBE, Jaka Sriyana, usulan perubahan nama ini telah diusulkan sejak 15 tahun yang lalu. Perubahan nama ini ditujukan untuk menyesuaikan perkembangan keilmuan dan perkembangan dinamika pendidikan tinggi, khususnya Fakultas Ekonomi. “…ketika berbagai kegiatan yang kita lakukan di tingkat Internasional sering dikritik. Ini ada akuntansi ada bisnis kok di bawah Fakultas Ekonomi. Fakultas Ekonomi kan keilmuannya beda, bidang ilmunya lain,” tutur Jaka.

Pemilihan redaksional nama menjadi Fakultas Bisnis dan Ekonomika ini mempunyai berbagai landasan. Menurut Jaka, alasan pertama terkait sejarah. Sejarah jurusan di Fakultas Ekonomi pertama kali adalah Manajemen kemudian Akuntansi yang termasuk dalam bisnis dan Ilmu Ekonomi termasuk rumpun Ekonomi. “Yang kedua, kompetensi ilmu di fakultas kita itu lebih banyak ke bisnis. Maka (nama) bisnis itu muncul,” ungkap Jaka.

Terkait dengan perubahan yang dilakukan, setiap divisi di FBE hingga saat ini masih menjalankan apa yang sudah berjalan. Hanya terjadi perubahan minor saja seperti papan nama, kop surat, stempel, call number, buku perpustakaan, dan sebagainya. Segala hal terkait pelayanan akademik tidak mengalami perubahan. “Secara administratif tidak ada perubahan artinya pelayanan akademik tetap sama. Cuma nanti kalau misalkan dari kurikulum dan sebagainya mau berubah kita tetap mengikuti. Kita siap mengantisipasi dan sebagainya dengan perubahan yang ada,” tutur Sugiono, Kepala Divisi Akademik. Hal ini senada dengan pernyataan Asyiah dari divisi keuangan,  “Ya mungkin kalo dari sisi keuangannya nggak akan berubah banyak .…”

Persiapan perubahan nama ini telah berlangsung sejak akhir tahun 2019. Namun, tidak semua divisi mempersiapkan sebelumnya. Untuk menyesuaikan dengan perubahan nama diberikan jangka waktu tiga bulan sejak Surat Keputusan (SK) rektor diterbitkan.  “Melihat dari SK rektor itu kita diberikan waktu 3 bulan untuk berubah ini sehingga awal April ini semua sudah harus FBE,” tutur Djatiantoro, selaku Kepala Divisi Umum dan Rumah Tangga. Iksan Pamungkas, Kepala Divisi Teknologi Informasi, juga menuturkan hal yang sama. “Idealnya memang semuanya sudah siap sebelum ganti nama tapi SKnya sendiri memberikan waktu tiga bulan. Dalam masa transisi itu kita mempersiapkan sesuai dengan ritme divisi yang lain,” ujar Iksan.

Reporter : Adis, Retno

Editor: Azizah

 

370 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *