Ekspresi

Dua Belas Purnama

Ilustrasi : Tinezia Hairunisya

Narasi : Salwa Nida’ul Mufidah 

 

Di antara baris ancala itu kita berjumpa

Menjadi sebuah riwayat pada dua belas purnama

Bukan waktu yang sebentar rupanya

Tapi selalu di tepi rusuk dengan setia

 

Pada dua belas purnama itu

Air hujan berderai-derai

Dan api berkobar dengan ganasnya

Tapi selalu aman di pelukan kalbumu

 

Tak jarang berada di tepi perasaan gundah 

Ingin melompat, tapi aku akan mati 

Dan kau tak ingin kehilanganku, bukan?

Selalu bisa kembali menuntun pada teduhnya matamu

 

Memang, kepalaku layaknya batu

Tapi kau tak pernah sekalipun seperti kuli itu

Apa yang membuatmu bertahan? 

Padahal bahagia tak sama-sama kita janjikan

 

Mengapa Tuhan membiarkan kita?

Apakah mendung dibuat agar kita mensyukuri bahagia? 

Kau tak selalu memberikan pelangi, apalagi aku

Kita hanya berusaha, semoga selamanya bisa melewati masa

 

Terakhir, pada dua belas purnama ini

Aku tak ingin berakhir

Selalu ku langitkan bait-bait doa

Agar layu dan membusuk bersama

83 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *