Berita Kampus

DPM UII : Bertabayyun dengan Warganet

(Foto : Ilham)

Oleh : Ilham Aditya Perdana

Bacaekon.com, Kampus-Pertemuan mahasiswa pemilik akun Instagram yang mengatasnamakan langkah untuk melakukan tabayyun dengan Dewan Permusyawaratan Mahasiswa (DPM) UII Senin, (7/1) dilaksanakan di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito. Bersamaan dengan itu, hadir pula sejumlah mahasiswa UII untuk menyokong aksi yang mengatasnamakan “seruan solidaritas tolak pembungkaman ruang demokrasi di kampus”. Sebelum pertemuan tersebut, Akbar Rahmad Putra mengatasnamakan DPM UII memanggil beberapa orang pemilik akun Instagram. Pertemuan tersebut dihadiri oleh beberapa pemilik akun Instagram yang dipanggil terkait komentarnya dalam kiriman akun Instagram himmahonline, beberapa diantaranya adalah anggota pengurus Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Himmah. Pemanggilan oleh DPM UII tersebut didasari karena adanya kekhawatiran atas indikasi jeratan Undang-undang KUHP Nomor 156A.

Melalui Akbar, DPM UII memanggil beberapa orang pemilik akun Instagram yang berkomentar pada kiriman akun Instagram himmahonline. Akbar mengaku menemukan sejumlah komentar yang dianggap berbahaya. “Saya klik saya lihat pos nya, saya lihat ini komennya seru, saya baca-baca tapi di komenan ini saya lihat ini ada yang berbahaya, menurut saya ini memicu perpecahan,” ujar Akbar ditemui seusai pertemuan.

Akbar mengaku telah menerima klarifikasi terkait para pemilik akun yang turut berkomentar tersebut. Dengan adanya komentar yang dianggap berbahaya ini Akbar memberikan nasihat agar pemilik akun terkait dapat lebih bijak lagi dalam memberikan komentar di media sosial. “Saya sudah mendengar penjelasannya, ya udah, kalau kayak gitu saya minta lain kali lebih bijak lagi dalam berkomentar,” pungkas Akbar.

Dengan adanya pemanggilan ini, DPM UII mencoba beri’tikad baik sebagai wakil mahasiswa untuk mempertemukan mahasiswa terkait untuk memberikan klarifikasi. “Kami tuh gak mau ada (Mahasiswa UII-red) itu yang sampe terjerat kasus hukum karena masalah seperti ini,” tambahnya.

Lebih lanjut Wakil Ketua DPM UII, Dimas Nugraha Riyadi memberikan pendapat bahwa memberikan pertemuan ini menjadikan wadah untuk berdiskusi, memberikan ruang untuk menyampaikan dan menjawab apa yang dikhawatirkan. “Apa yang ingin disampaikan tersampaikan dan apa yang dikhawatirkan itu bisa kita jawab bahwa itu tidak terjadi,” ujar Dimas. Dimas juga berterimakasih telah memberikan kritik dan saran, juga memohon maaf apabila masih belum bisa memuaskan.

Berkenaan dengan pemanggilan anggotanya, Nalendra Ezra selaku Pemimpin Umum LPM Himmah mengaku akan merasa takut apabila menerima pemanggilan seperti itu. Menurut Ezra, dalam proses pemanggilan sempat juga dihubung-hubungkan dengan undang-undang KUHP pasal 156A serta mengantisipasi pemanggilan yang lebih jauh lagi oleh rektorat. “Kalau aku berada di posisi itu aku merasa takut dan merasa terintimidasi, coba saja kalau diantara kalian mendapat model panggilan seperti itu,” ujar Ezra berempati.

Untuk mengantisipasi situasi ini terulang kembali, Ezra berencana akan melakukan perbaikan dalam sistem pengelolaan akun media sosial LPM Himmah. “Ada catatan sih untuk tata kelola media sosial kita seperti apa, karena mungkin perlu nanti bakal jadi bahasan yang lebih panjang lagi di Himmah,” tutup Ezra.

Rezaldi Ageng Wicaksono dan Alif Madani selaku koordinator lapangan dalam aksi solidaritas ini menyatakan bahwa solidaritas ini merupakan ibarat puncak dari gunung es. Aksi solidaritas ini merupakan bentuk rasa geram atas tindakan orang-orang yang anti demokrasi yang dilakukan di lingkungan UII. Hal yang dilakukan oleh DPM UII ini dianggap sebagai hal yang dirasa kurang tepat dilakukan dalam konteks situasi ini. “Ya walaupun saat ini hanya tentang konteksnya di kolom komentar Himmah (himmahonline.id-red), kedepannya juga ini bisa berdampak semisal kedepannya mungkin perihal atau kasus lainnya juga DPM akan berlaku seperti ini terus kalau kita tidak bersolidaritas dan menyuarakan sikap,” ujar Aldi.

Pada akhir wawancara, Aldi dan Alif juga mengharapkan adanya tindakan permohonan maaf dan pernyataan sikap berkaitan dengan tindakan yang dilakukan ini. “DPM jelas kita tunggu pernyataan sikapnya, permintaan maaf mereka kita tunggu,” tutur Alif menutup.

Reporter : Ilham, Gilang, Fia

7031 Total Views 3 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *