Downgrade Dosen Menjadi Karyawan, Bentuk Ketegasan FE UII Atas Permen DIKTI

Downgrade Dosen Menjadi Karyawan, Bentuk Ketegasan FE UII Atas Permen DIKTI

(Ilustrasi : Arief Setya Negara)

Oleh : Arief Setya Negara

Bacaekon.com – Kampus. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (PERMEN DIKTI) No. 49 Tahun 2014 merupakan standarisasi mutu yang wajib diimplementasikan oleh setiap kampus dan universitas di Indonesia, tidak terkecuali Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII). Adapun indikator standarisasi mutu yang tekmaktub dalam Pasal 4 Ayat 1 poin a-h yang meliputi; standar kompetensi lulusan, isi pembelajaran, proses pembelajaran, penilaian pembelajaran, dosen dan tenaga pendidikan, sarana dan prasarana pembelajaran, pengelolaan pembelajaran dan pembiayaan pembelajaran. Hal itu semua merupakan kewajiban pihak kampus dalam mempertanggungjawabkan kredibilitas yayasan perguruan tingginya.

 

Badan Penjamin Mutu-pun (BPM) dibuat demi menjaga kredibilitas kampus melalui pengawasan standarisasi yang telah ditetapkan oleh PERMEN DIKTI, termasuk kualitas program studi melalui pengawasan kinerja Dosen. Kriteria Nilai Kinerja Dosen (NKD) tersebut didasarkan pada; Angket NKD yang diisi oleh mahasiswanya, kehadiran dosen mencapai 90%, ketepatan pemberian/ pengumpulan nilai dan pangkat yang diperoleh dosen selama dosen mengajar. Kriteria tersebut yang kemudian menjadi dasar dan bukti dari BPM dalam memberikan skor dosen, dari yang tertinggi hingga yang terendah.

 

Selaku Kepala Program Studi (Prodi) Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Akhsyim Afandi saat ditemui di kantornya, menambahkan bahwa pendekatan kekeluargaan dilakukan kepada setiap dosen yang melakukan pelanggaran. Bentuk sanksi seperti skors selama satu tahun mengajar dan penempatan dosen dalam wilayah kerja administratif (karyawanisasi) dilakukan apabila cara utama sudah tidak lagi mempan. “Misalkan kita punya dosen yang kehadirannya sangat kurang, ya kita panggil. Kan kita monitor. Alhamdulillah kelihatannya selama ini ada peningkatan (bagi dosen yang melanggar), belum sampai grounding (skors-red),” tambah Akhsyim Afandi (05/10).

 

Ketegasan FE UII dalam memberikan hukuman kepada setiap tenaga pengajar bukanlah omong kosong belaka. Dosen dengan rangking hasil penilaian terendah, terlebih dengan pelanggaran yang diulang-ulang dalam beberapa semester terakhir tentunya akan langsung di karyawanisasi selama satu tahun. Tidak hanya dalam pemenuhan aspek penegakan hukum, namun juga dalam aspek pemberian contoh kepada tenaga pengajar lainnya. “Beberapa dosen memang ada yang kena sanksi, kebetulan yang terjadi malah di prodi manajemen. Berangkat dari hasil evaluasi, ada dosen yang melakukan pelanggaran berulang-ulang. Pelanggarannya itu misalnya telat dalam mengumpulkan nilai dan telatnya itu kadang-kadang ada yang sampai semester berganti. Nilai juga belum keluar, akhirnya dia di grounded, di skorsing, di karyawankan. Dan itu wujudnya ada,” beber Akhsyim.

 

Reporter : Arief Setya Negara

1487 Total Views 2 Views Today

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *