Dekan Angkat Suara Tentang Mahabarata

Dekan Angkat Suara Tentang Mahabarata

Oleh : Restin Septiana

Bacaekon.com-Kampus. Mahabarata Luminouspere sejatinya adalah rangkaian acara Pekan Manajemen yang rencananya akan dihelat oleh Management Community pada 16 Mei 2015 mendatang. Kegiatan bertajuk colour splash party yang rencananya akan digelar di stadion Kridosono itu mengundang perhatian khalayak. Tidak saja berasal dari civitas akademika Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII), namun juga UII dan alumni. Menindaklanjuti keresahan UII dan alumni, Dekan FE UII memanggil pihak penyelenggara yang tidak lain adalah MC serta Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FE UII sebagai pucuk pimpinan tertinggi kelembagaan mahasiswa di FE UII.

“Ya, kita sudah ketemu. Kita panggil MC itu. Sebab ada beberapa yang protes acara itu, merugikan. Sehingga kita diskusikan dan ada kesepakatan acara itu (Mahabarata-red) tidak dilanjutkan atau dihentikan,” ungkap Agus Hardjito selaku Dekan FE UII, ketika ditemui tim Ekonomika di kantornya menjelang adzan ashar, Rabu (6/05).

Lebih lanjut Agus Hardjito menegaskan, “Yang protes itu ya dari beberapa pihak. Ya ada dari UII, alumni. Alumni kan ada grup WA (media sosial WhatsApp-red), ya lewat situ. Kok UII (acaranya-red) seperti itu gitu kan. Tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada di UII.”

Sehingga pembatalan acara Mahabarata adalah sebuah kesepakatan yang berangkat dari diskusi, baik bersama alumni maupun pihak terkait. “Dan DPM juga merespon gitu kan, dia (DPM-red) juga membatalkan gitu. Karena tidak sesuai dengan nilai-nilai keislaman. Dan banyak pihak yang menyayangkan kok itu dilakukan oleh UII,” tegas Agus Hardjito, enggan menyebutkan beberapa pihak yang melayangkan protes. Meskipun protes dilayang tidak secara resmi atau tidak melalui surat protes tapi Agus Hardjito menegaskan bahwa pihak fakultas tetap mendengarkan bentuk pengaduan seperti itu.

Sedangkan terkait kerugian yang mungkin akan diderita oleh pihak penyelenggara, Agus Hardjito yang juga mengajar manajemen keuangan menjelaskan,”Ya kemarin sudah ketemu, hari Senin (4/05), ditindaklanjuti sama MC sebagai pihak penyelenggara. Ya sudah dihitung, apa saja yang sudah dibayar, dinegosiasikan. Itukan (kerugian-red) sebagian dari risiko. Kita tanggung bersama-sama.”

Pihak-pihak terkait yang turut bertanggung jawab di antaranya adalah DPM FE UII, MC, Lembaga Ekskutif Mahasiswa (LEM) FE UII, dan pihak fakultas. “Ya kan secara tata kelola ada student govermentnya, itu kenapa LEM sama DPM harus bertanggung jawab,” terang Agung Hardjito. Lebih lanjut Agus Hardjito memaparkan bahwa proporsi pembagian tanggung jawab sendiri belum disepakati. “Yang jelas ya harus tanggung jawab. Dari pada nama UII jelek gitu, tidak sesuai. Kan kita tidak tahu risiko di Kridosononya itu, apa yang terjadi gitu kan. Acaranya anak muda juga kan kita nggak bisa menjamin,” ungkap Agus Hardjito yang akrab disapa Pak Agus.

“Ya artinya ke depan harus lebih berhati-hati lagi. Ya kalau tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam, norma, dan etika, ya lebih selektif lagi,” harap Agus Hardjito yang berpesan untuk mengambil pelajaran bersama terkait masalah yang sudah terjadi sekaligus menutup wawancara sore itu.

 

Reporter : Lulu, Ulfa, Restin

1777 Total Views 2 Views Today

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *