Dalam Zona Aman, Lava Tour Boleh Jadi Pilihan

Dalam Zona Aman, Lava Tour Boleh Jadi Pilihan

(Foto : Ilham)

Oleh : Khairul Raziq

Bacaekon.com, Yogyakarta-Aktivitas Gunung Merapi masih dalam status waspada, berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi tanggal 21-27 Desember 2018 dirilis oleh Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). Guguran lava pijar juga masih terjadi sampai saat ini seperti yang dikemukakan oleh Heru Suparwoko selaku pengamat saat ditemui di Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan, Kaliurang, Kamis (3/01), siang. “Guguran lava pijar sampai saat ini masih terus terjadi. Sebagian area penyebarannya ke arah barat laut, tenggara, dan sebagian kecil lainnya masih berada di atas kawah itu sendiri,” ujar Heru.

Atas dasar kondisi tersebut, melalui laporan aktivitas Gunung Merapi, BPPTKG menentukan jarak aman warga untuk melakukan kegiatan adalah 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Pernyataan itu juga dibenarkan oleh Heru selaku pengamat menuturkan hal yang sama. “Kami sendiri menetapkan radius 3 kilometer harus bebas dari aktivitas apapun,” jelasnya. Heru juga menambahkan bahwa kegiatan warga masih berada pada jarak sekitar 4,5 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Selain aktivitas warga, kegiatan pariwisata juga turut menjadi perhatian terkait dengan peningkatan aktivitas Gunung Merapi. Salah satunya puncak wisata Lava Tour Merapi yang berjarak 4,5 hingga 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi yang terletak di Kaliadem berada pada alur lokasi awan panas. “Karena terkadang cuaca tidak menentu, sering terjadi kabut, dan sewaktu-waktu juga terjadi awan panas saya kira masyarakat yang berada di daerah tersebut (Kaliadem-red) harus berhati-hati,” saran Heru.

Sementara itu, pernyataan Heru didukung oleh pernyataan Agus Adi Cahyono, selaku sales & marketing pada Taman Kaliurang Adventure. Pria yang akrab disapa Boim ini menyatakan bahwa rute Lava Tour berada pada jarak yang direkomendasikan BPPTKG. Terlepas dari peningkatan aktivitas Gunung Merapi, sejauh ini kegiatan wisata Lava Tour masih tetap beroperasi seperti biasa. “Untuk kunjungan Lava Tour masih di jarak aman. Kalau misal terjadi sesuatu pun kita dari asosiasi (pengelola jeep-red) telah mempersiapkan jalur-jalur evakuasi dan setiap pemandu sudah diberikan pengetahuan juga,” terang Boim.

Meski Lava Tour tetap beroperasi seperti biasa dan tetap ramai peminat, Boim sempat mengeluhkan penurunan antusiasme wisatawan yang berkunjung pada masa liburan natal dan tahun baru 2019 ini dibandingkan  sebelumnya. Namun, Boim menilai jika faktor penurunan antusiasme wisatawan saat liburan bukan hanya disebabkan oleh peningkatan aktivitas Gunung Merapi, tetapi daerah lain juga sedang mengalami bencana alam. “Penurunannya lebih ke situasi kondisi, baik di Merapi atau di daerah lain, karena di daerah kan punya kendala masing-masing,” ungkap Boim.

Boim juga sempat menuturkan bahwa adanya calon wisatawan yang membatalkan pesanan karena dilanda bencana alam di daerah mereka. Seperti halnya wisatawan yang berasal dari Pandeglang, Banten. “Ada bookingan (pesanan-red) juga dari Pandeglang di cancel karena memang tamunya (calon wisatawan-red) baru kena bencana tsunami kemarin,” tambah Boim. Selain itu, ia juga memberikan contoh daerah lain yang sedang dilanda bencana.

Meskipun sudah memasuki hari kerja, Kamis (3/1) siang, beberapa pengunjung masih terlihat cukup menikmati wisata Lava Tour. Kebahagiaan juga nampak pada keluarga Ivan yang berwisata di Tlogo Putri. Ivan dan keluarganya mengungkapkan  tidak merasa khawatir atas situasi yang terjadi akhir-akhir ini. “Ya gak terlalu khawatir sih,” singkat Ivan.

Reporter : Dhika, Al, Ilham, Arul

3546 Total Views 1 Views Today

Related Post

Jogja Aman, Jogja Nyaman

Jogja Aman, Jogja Nyaman

(Foto : Madya) Oleh : Suci Brilianti Hermanto Bacaekon.com, Yogyakarta-Rabu, (9/1), dilakukan aksi Damai 9119…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *