Berita Kampus

Cardios Independence Day: Cara Menangani Writer Block

Foto : Dokumentasi LPM Cardios

Narasi : Mellyana Safitri

Bacaekon.comLPM Cardios Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII)  melaksanakan perhelatan Cardios Independence Day sepanjang 23 November hingga 19 Desember 2020. Rangkaian acara tersebut dilakukan secara daring menggunakan platform Zoom. Dengan mengusung tema besar “How to Express your Idea in Media Framing”, acara tersebut terdiri dari 3 rangkaian acara, yakni Webinar, Lomba Artikel Opini, dan Lomba Fotografi.

Acara diawali dengan pendaftaran dan pengumpulan karya opini dan fotografi pada 23 November. Pada 2 lomba ini mengangkat tema yang sama, yakni “Freedom of Expression”. Lomba ini dapat diikuti oleh umum. Pemenang lomba pun sudah ditentukan, untuk lomba opini, ada 3 orang pemenang, di antaranya M. Anggito Abimanyu (Universitas Padjajaran), Kiky Rahmadian (Universitas Negeri Jakarta), dan Erika Putri Wulandari (Universitas Padjajaran). Sedangkan untuk lomba fotografi di antaranya adalah Deny Reza (Universitas Gadjah Mada), Irham Ghani Rizky (Telkom University), dan Dini Jembar Wardani (Institut Pertanian Bogor).

Cardios Independence Day kemudian ditutup dengan webinar “How to Express Your Idea in Media Framing” pada 19 Desember 2020. Pembicara dalam webinar tersebut adalah Iman Adi Perkasa, salah satu delegasi Indonesia untuk Future News Worldwide 2017. Framing merupakan unsur yang penting dalam sebuah berita. Melalui framing seorang jurnalis dapat menyampaikan pesan tulisannya kepada pembaca. Tetapi untuk dapat menuaikan sebuah framing dengan baik tentu melewati proses belajar. Pada Webinar tersebut Iman menceritakan pengalamannya dalam kepenulisan.  Baginya, untuk dapat melalui proses belajar yang baik itu kita harus berani memulai pembelajaran itu sendiri. “Menurut aku dari segala proses itu yang paling susah adalah memulai,” ucapnya.

Menurut Iman, ketika kita sudah memulai sebuah proses (menulis) dan menemukan gagasan, justru sering kali terhenti karena tidak menemukan gagasan baru. Inilah yang disebut dengan writer block. Iman memaparkan 3 cara untuk menghadapi writer block, yang pertama adalah mencari subjek dan premis dari tulisan. Yang kedua adalah mengetahui tujuan tulisan tersebut dibuat, dalam hal ini juga menentukan target pembaca. Yang ketiga adalah jangan pernah takut untuk salah atau gagal. Menurutnya, ketika kita memperjelas subjek dan premis, lalu merancang dengan baik tujuan apa yang ingin dituju oleh tulisan tersebut, menentukan target pembaca, dan memiliki rasa berani untuk memulai, maka kemungkinan writer block akan semakin kecil.

Reporter : Mellyana Safitri

Editor : Ikrar Aruming Wilujeng

369 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *