Cantik dan Iklan Kosmetik

Cantik dan Iklan Kosmetik

(sumber foto : http://runwaymagazines.com/)

Oleh :Chassanah Novambar Andiyansari

Bacaekon.com-opini. Cantik, satu kata yang menggambarkan bentuk keanggunan yang diidam–idamkan kaum hawa, bahkan demi cantik mereka rela merogoh kocek dalam untuk perawatan tubuh. Seperti yang diungkapkan Bugin dalam salah satu artikel jurnaltahun 2013, Reception Analysis Remaja Perempuan tentang Konsep Kecantikan dalam Iklan Kosmetik. Menjelaskan bahwa kecantikan direpresentasikan dalam rupa kulit whiteness (menjadi putih), rambut hitam, tebal dan lurus, bertubuh slim, memiliki kesegaran tubuh lewat kebersihan, kemewahan, keanggunan dan berparas menawan.

Berdasarkan konsep kecantikan yang ada inilah kemudian diadopsi oleh media massa dalam menampilkan konsep kecantikan bentuk iklan. Komunikasi dan iklan merupakan salah satu bentuk penyampaian informasi oleh media. Maka banyak iklan khususnya produk kosmetik yang sering kita jumpai dengan menampilkan model perempuan cantik. Di mana perempuan cantik inilah yang akan mengikat masyarakat luas untuk memakai produk pencerah kulit dan perawatan rambut

Seperti produk pencerah kulit Pond’s dan produk shampo Pantene yang merupakan Top Brand 2011 adalah produk paling diminati oleh masyarakat Indonesia. Dalam iklan produk inilah ditonjolkan model perempuan dalam konsep kecantikan “kulit putih rambut lurus” yang biasa ditampilkan yaitu model cantik Bunga Citra Lestari, Dian Sastro, Anggun dan lain sebagainya. Mereka adalah publik figur yang pasti sangat merawat tubuh tidak hanya dengan menggunakan produk kosmetik yang mereka iklankan saja atau sebenarnya “cantik dari sononya”.

Iklan produk pencerah kulit dan shampo yang ada di Indonesia tidak sepenuhnya mewakili kebutuhan masyarakat Indonesia yang sangat beragam baik suku, ras dan adat istiadat. Seperti halnya Indonesia bagian Timur yang masyarakatnya memiliki ciri–ciri fisik berupa kulit gelap dan rambut keriting. Dalam artikel jurnal penelitian tersebutmengatakan bahwa produk–produk kecantikan tersebut cenderung menampilkan model wanita cantik berparas Indo dan berambut lurus. Iklan kosmetik ini seolah – olah melupakan konsumen yang mempunyai kulit dan rambut yang bisa dikatakan susah diubah atau bawaan dari Gen.

Sebuah persepsi yang ditimbulkan dari iklan kosmetik bahwa konsep kecantikan yaitu “kulit putih rambut lurus” inilah yang membuat masyarakat Indonesia khususnya kaum hawa semakin berlomba-lomba untuk merubah dirinya menjadi cantik yang sempurna bahkan mereka bisa menempuh jalur instan dengan menggunakan kosmetik yang tidak semestinya, bahkan ada kemungkinan kecenderungan tidak percaya diri yang ditimbulkan atas dampak iklan kosmetik tersebut. Sebagai masyarakat dan juga konsumen sebaiknya kita memilih produk perawatan kulit dan rambut yang sesuai dengan kebutuhan kita. Karena kalau kita mensyukuri atas karunia-Nya dan menghargai diri kita sendiri makan ini lah yang dinamankan kecantikan yang sesungguhnya.

1048 Total Views 2 Views Today

Related Post

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *