BINTANG YUDHO: KARENA KITA DI SINI SEBENARNYA CUMA SIMPATISAN

BINTANG YUDHO: KARENA KITA DI SINI SEBENARNYA CUMA SIMPATISAN

(Dok.Ekonomika)

Oleh: Restin Septiana

BACAEKON.COM-YOGYAKARTA. Berlangsungnya aksi 121 bertajuk Bela Rakyat yang digagas oleh Badan Ekskutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kemarin (12/1), turut menghadirkan beberapa almamater universitas di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Tidak terkecuali dari Universitas Islam Indonesia (UII).

Menyikapi kahadiran massa aksi dari UII menjelang siang itu, Bintang Yudho selaku Kepala Departemen Advokasi dan Aksi dari Lembaga Ekskutif Mahasiswa (LEM) UII, mengakui bahwa kehadiran mereka tidaklah banyak, “Sekarang (12/1), 15 saja belum nyampek.”

Perihal ini menurut mahasiswa Fakultas Hukum (FH) angkatan 2013 itu disebabkan oleh keadaan beberapa fakultas di UII yang sedang menjalani masa ujian dan ada fakultas yang sudah pulang (seusai ujian-red).

”Untuk beberapa fakultas sudah diinfokan tapi responnya ada yang positif, diem-diem saja,” ujar Bintang Yudho yang ditemui sebelum massa aksi melakukan longmarch dari Tugu menuju DPRD Yogyakarta. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa fakultas yang hadir selain perwakilan dari LEM dan DPM itu ada FTI dan D3 Ekonomi.

Sedangkan untuk aksi kemarin, menurut Bintang Yudho lebih mengatasnamakan LEM UII, “Karena kita di sini (aksi 121-red) sebenarnya cuma simpatisan.” Sebab menurut Bintang Yudho, pihaknya mendapatkan undangan untuk aksi ini (121-red), mengikuti kajiannya, tapi memang ada beberapa poin yang dirasa tidak sejalan dalam poin aksi 121.

“Kemarin sore (11/1) juga dari internal KM (Keluarga Mahasiswa-red), LEM dan DPM UII sudah menggodok sebuah sikap,  dan puncaknya pagi tadi (12/1) press release dari KM UII sendiri sudah dikeluarkan,” tutur Bintang Yudho. Press release tersebut dipublikasikan melalui official account Line LEM UII.

Dalam press release, LEM UII mengambil sikap:

  1. Mendesak pemerintah untuk mencabut PP 60 Tahun 2016 atas jenis dan tarif PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak-red) pada POLRI.
  2. Meminta kejelasan pemerintah dalam hal penarikan subsidi Tarif Dasar Listrik (TDL) dan evaluasi dari relokasi subsidi TDL secara tepat sasaran.
  3. Menuntut pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan kenaikan BBM non subsidi.
  4. Mendesak pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di Indonesia.
  5. Mengecam kinerja pemerintah yang tidak saling sinkron sesama lembaga pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan negara.

Reporter: Restin, Rif’at

 

4947 Total Views 1 Views Today

Related Post

LAGU  BURUH TANI BERGEMA SAAT SEMATA

LAGU BURUH TANI BERGEMA SAAT SEMATA

  Oleh : Dewi Larasati (Foto:  Amelia Larasati) BACAEKON.COM-KAMPUS FE UII, (26/08) berlangsung kegiatan ospek…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *