Berita Yogyakarta

Bersatu untuk Muslim Uighur

(Foto : Madya)

Oleh : Eky Try Pamungkas

Bacaekon.com, Yogyakarta-Area depan Gapura Pangurakan Alun-alun Utara dihiasi dengan bendera hitam putih  bertuliskan kalimat tauhid. Hal ini merupakan awal diadakannya aksi bela Kaum Muslim Uighur di Xinjiang, Cina. Tepat pukul 12.30 WIB (21/12), seusai salat Jum’at, massa berkumpul menggelar aksi solidaritas Uighur. “Dalam aksi ini diikuti oleh beberapa Ormas Islam yang ada di Kota Yogyakarta,diantaranya Forum Umat Islam (FUI), Ikatan Da’i Indonesia (IKADI), TERAS Dakwah, Masjid Jogokaryan, Angkatan Muda From  Umat Islam (AMFUI), dan Ormas Islam lainnya di Yogyakarta,” ungkap Muh Thoriq selaku koordinator lapangan ketika ditanyai asal peserta dalam aksi tersebut.

Aksi ini dibentuk dalam rangka protes masyarakat Muslim di Indonesia terhadap sikap Partai Komunis Cina yang menindas kaum Muslim Uighur di Xinjiang, Cina. Hal itu diungkapkan oleh Muhammad Fasuri selaku perwakilan Front Umat Islam (FUI). “Aksi yang dilakukan oleh Partai Komunis Cina tersebut sangat tidak manusiawi dan juga melanggar HAM,” seru Fasuri. Hal serupa juga disampaikan oleh Anang salah satu peserta aksi bahwa perlakuan biadab yang didapatkan begitu sulit bagi anak cucu mereka tentang keharusan menganut paham komunisme dan berpisah dengan orang tua.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) juga ikut andil dalam aksi solidaritas tersebut. Tak hanya itu ACT juga memelopori penggalangan dana yang nantinya akan diberikan  langsung kepada kaum muslim Uighur di Xinjiang, Cina melalui relawan. Thoriq yang berperan sebagai koordinator lapangan, menuturkan bahwa dana yang terkumpul akan digunakan untuk meringankan beban umat  muslim Uighur sebagai hasil dari aksi solidaritas ini.

Aksi tersebut diakhiri dengan mengadakan doa bersama untuk kaum Muslim Uighur. Harapan peserta aksi, agar masyarakat muslim tergerak hatinya untuk membela saudara sesamanya. Eni peserta lain yang hadir dalam aksi, menyampaikan pendapatnya. “Sangat positif, sebagai wadah ukhuwah bagi orang-orang yang gak kenal, semua bersatu, kan syiar islam, sebagai wadah bagi orang-orang muslim yang pendapatnya tidak ditampung,” jelas Eni.

Reporter : Agung, Azizah, Eky, Madya, Sarah, Taufan

5251 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *