Berita Hoax, lebih dari sekedar kabar burung

Berita Hoax, lebih dari sekedar kabar burung

Oleh : Immellita Budiarti

(Foto : wartapriangan.com)

BACAEKON.COM-OPINI. Perkembangan teknologi saat ini mampu membuat informasi tersebar sangat cepat, bahkan media massa bisa jadi kalah cepat dibanding platform-platform lain. Jejaring sosial membuat semua informasi mudah di akses. Facebook, twitter, line, instagram dan platform lain yang serupa kini mampu menyebarkan informasi seperti media massa.  Sebagian besar penduduk di Indonesia telah memanfaatkan perkembangan teknologi yang di tawarkan. Menurut survei yang dilakukan sepanjang tahun 2016 oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII), sebanyak 132,7 juta orang Indonesia dari jumlah total penduduk indonesia yaitu sebanyak 256,2 juta orang telah terhubung ke internet (WIDIARTANTO, 2016). Sehingga saat ini, tidak hanya orang yang bekerja di media massa saja, semua orang pun bisa membuat dan menyebarkan informasi.

Arus deras informasi yang beredar di jagad maya membuat marak pula berita hoax yang tersebar saat ini. Berita hoax atau yang biasa dikenal dengan berita bohong adalah berita palsu, legenda urban, rumor, dan kebohongan yang menipu. Pada dasarnya hoax diciptakan untuk menipu banyak orang dengan cara merekayasa sebuah berita agar terkesan menjadi sebuah kebenaran (Rosmawan, 2017). Penerima berita atau informasi hoax yang lengah, sangat mudah mempercayai berita tersebut kemudian menyebarkannya, dan membuat semakin banyak yang mempercayai berita tersebut. Dampak yang ditimbulkan dari tersebarnya berita hoax pun tak main – main. Beberapa peristiwa yang terjadi beberapa waktu terakhir menjadi bukti kejamnya dampak dari berita hoax.

Beberapa waktu lalu, seorang kakek yang diketahui mengalami gangguan jiwa di daerah Banjarnegara babak belur dihakimi massa oleh masyarakat sekitar lantaran termakan berita hoax terkait rumor penculikan anak. Akibat peristiwa tersebut, sang kakek mengalami luka dan memar di area kepala dan wajah. Dengan rumor yang sama, Seorang gelandangan penderita gangguan jiwa di daerah Brebes nyaris tewas karena disiksa dan diarak keliling kampung. Pria tak dikenal ini harus merasakan bogem mentah, tendangan, kekerasan, dan menahan siksaan oleh sejumlah warga. Itu baru dampak yang dirasakan oleh individu atau perorangan.

Saat ini pula, indonesia baru saja melewati panas panggung politik terkait pemilihan kepala daerah DKI Jakarta, meskipun proses pemilihan kepala daerah terjadi di DKI Jakarta, namun isu politik merambah keluar daerah Jakarta. Perbedaan pendapat masyarakat terhadap calon kepala daerah sudah pasti terjadi. Dunia maya ramai mengunggulkan dan menjatuhkan satu sama lain calon kepala daerah. Berita- berita yang membuat emosi tersulut pun mulai banyak beredar, dampaknya tentu saja akan terjadi saling serang, baik pendukung calon yang satu, maupun pendukung calon lain. Apabila situasi ini dibiarkan, berita- berita seperti ini tentu saja akan memecah belah bangsa dan mengancam persatuan.

Di Indonesia, menurut catatan Dewan Pers, terdapat sekitar 43.000 situs yang mengklaim sebagai portal berita. Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300 berarti terdapat setidaknya puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang mesti diwaspadai. Seharusnya pemerintah bekerja sama dengan dewan pers menindak tegas situs-situs yang belum resmi untuk meminimalisir penyebaran berta hoax, jika perlu membuat aplikasi atau platform yang dapat digunakan masyarakat untuk mendeteksi berita kebohongan tersebut.

Sebagai masyarakat umum, penyebaran berita hoax bisa saja ditahan. Sebelum menyebarkan berita, masyarakat yang membaca sebuah berita hendaknya tidak begitu saja menelan mentah berita yang disajikan, mendiskusikan isi berita dengan orang yang lebih paham di bidang tersebut, menelusuri berita tersebut, dan mengkampanyekan anti- berita hoax. Semakin banyak masyarakat yang paham untuk menghadapi berita hoax, semakin sedikit pula berita hoax yang tersebar.

Referensi

(n.d.). Retrieved from Ini Cara Mengatasi Berita “Hoax” di Dunia Maya: https://kominfo.go.id/content/detail/8949/ini-cara-mengatasi-berita-hoax-di-dunia-maya/0/sorotan_media

Muzaki, K. (2017, Maret 20). Retrieved from Dikira Penculik, Seorang Kakek Dipukuli Warga di Banjarnegara, Setelah Ditelusuri Ini Asal-Usulnya: http://jateng.tribunnews.com/2017/03/20/kakek-gila-dipukuli-warga-di-banjarnegara-saat-ditelusuri-polisi-ternyata-dari-sini-asal-usulnya?page=2

Nugroho, F. E. (2017, Maret 7). Retrieved from Beredar Hoax Penculikan Anak, Gelandangan Disiksa Nyaris Tewas: http://regional.liputan6.com/read/2878821/beredar-hoax-penculikan-anak-gelandangan-disiksa-nyaris-tewas

Rosmawan, I. (2017, Januari 8). Retrieved from Definisi Hoax dan Perjalanan Sejarahnya: http://www.hoaxes.id/2017/01/definisi-hoax-dan-perjalanan-sejarahnya.html

WIDIARTANTO, Y. H. (2016, 10 24). Retrieved from 2016, Pengguna Internet di Indonesia Capai 132 Juta: http://tekno.kompas.com/read/2016/10/24/15064727/2016.pengguna.internet.di.indonesia.capai.132.juta.

 

2019 Total Views 105 Views Today

Related Post

ANALISIS (REFORMASI KM UII)?

ANALISIS (REFORMASI KM UII)?

(Andi) #maudibawakemana? Oleh : Andi M Zulfikar Taufik            BACAEKON.COM-OPINI.  Tepat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *