BEM SI WILAYAH DIY-JATENG KECEWA TERHADAP DPRD DIY

BEM SI WILAYAH DIY-JATENG KECEWA TERHADAP DPRD DIY

(Dok.Ekonomika)

Oleh: Rif’at Arifur Rochman

Bacaekon.com-Yogyakarta. Massa aksi Bela Rakyat 121 dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah (DIY-Jateng) mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, (DPRD) DIY. Aksi ini merupakan tuntutan para mahasiswa atas nama Bela Rakyat terhadap kebijakan teranyar pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, karena dianggap menyengsarakan masyarakat Indonesia.

Zaki selaku koordinator BEM wilayah DIY-Jateng mengatakan bahwa aksi 121 ini berlangsung di 19 titik di seluruh Indonesia, sementara untuk wilayah DIY aksi berlangsung di Tugu Yogyakarta dan gedung DPRD.

Sebelumnya, massa bergerak yang semula dari Tugu Yogyakarta menuju gedung DPRD. Tiba di gedung wakil rakyat sekitar pukul 11.00 WIB, untuk jalannya aksi sendiri berlangsung sampai sekitar pukul 14.00 WIB. Sesampainya di gedung DPRD massa ingin menyuarakan aspirasinya kepada para pemimpin DPRD. Namun yang didapat hanya satu orang  saja anggota dewan yang ada di gedung DPRD siang itu.

“Hari ini saya sangat kecewa dengan DPRD DIY, saya sangat akrab dengan ketua DPRD, pak Yoeke Indra. Saya sudah menghubungi beliau selama tiga hari, dan baru dijawab hari ini bahwa beliau ada di Jakarta,” tutur Zaki di atas mobil bak terbuka untuk orasi pada Kamis lalu (12/1).

Di sisi lain, sikap dari anggota DPRD yang hadir hari itu, Huda Tri Y meminta maaf kepada para massa karena hanya dia yang bisa ditemui di tempat. “Saya bicara di sini atas nama 30.000 orang rakyat yang memilih saya, yang sekarang sedang kesulitan membeli cabe, sedang mengurusi STNK mahal, yang sedang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu atas sewajarnya atas nama rakyat, saya mengucapkan terima kasih atas aksi yang telah kalian lakukan pada kali ini,” tutur Huda dengan pengeras suara. Dia berdalih bahwa setiap anggota DPRD masing-masing berbeda dan juga dia tidak bisa mewakili institusi karena tidak berhak mewakilinya.

Zaki menambahkan, sebelum menyelenggarakan aksi 121 ini pengkajian dilakukan terlebih dahulu dalam forum grup antar BEM seluruh Indonesia. Untuk konsolidasi menurutnya, terkesan  berlangsung secara cepat, kurang lebih selama satu sampai dua minggu via online. “Respon dari mahasiswa sangat sesuai dan juga memang sulit karena Pak Jokowi membuat kebijakan pas waktu mahasiwa ujian, jadi tidak ada respon dari mahasiswa. Tetapi kita ingin mematahkan itu,” ujar Zaki.

Aksi bela rakyat 121 ditutup dengan Zaki yang mewakili BEM DIY-Jateng memaparkan tiga poin tuntutan yang harus dipertimbangkan oleh pemerintah Indonesia, tiga poin tersebut adalah:

  1. Mencabut Peraturan Pemerintah (PP) No. 60 tahun 2016 tentang jenis dan tarif atas jenis PNPB (Penerimaan Negara Bukan Pajak), karena pemerintah menjadikan kenaikan ini sebagai salah satu sumber untuk meningkatkan pendapatan Negara yang diambil dari
  2. Menolak tarif listrik bagi pelanggan 900 Volt Ampere (VA) dan mengembalikan subsidi kepada pelanggan listrik 900 VA.
  3. Mengembalikan mekanisme penetapan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) ke pemerintah, sehingga tidak disalahgunakannya Perpres No. 191 tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian, dan harga jual eceran (BBM) pasal 14.

Reporter : Rif’at, Restin, Ridho, Afri

 

11574 Total Views 1 Views Today

Related Post

LAGU  BURUH TANI BERGEMA SAAT SEMATA

LAGU BURUH TANI BERGEMA SAAT SEMATA

  Oleh : Dewi Larasati (Foto:  Amelia Larasati) BACAEKON.COM-KAMPUS FE UII, (26/08) berlangsung kegiatan ospek…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *