Berita Kampus

Antara Wajib dan Tidak Wajib Hadir SEMATA 2015

Foto: Dimas Putra

Oleh: Agung Gunawan

Bacaekon.com-Kampus. Semangat Taaruf 2015 (SEMATA 2015) yang wajib diikuti oleh peserta dari awal hingga akhir pada kenyataannya tidak demikian.Terlihat dari jumlah peserta yang hadir pada hari pertama (30/8) dan hari kedua (31/8) terdapat perbedaan yang cukup signifikan.

Dalam buku panduan SEMATA  2015 tertulis Ketentuan Umum pada Tata Tertib Peserta SEMATA 2015  poin pertama yaitu “Wajib mengikuti seluruh rangkaian acara SEMATA 2015 dari awal sampai akhir”. Namun, keterangan yang kontradiktif dikemukakan oleh Nur Kabit Kholis selaku Ketua Komisi B yang ditemui pada hari kedua SEMATA (31/8/2015) yang menerangkan tidak ada tindak lanjut bagi peserta yang tidak mengikuti SEMATA 2015.

“Karena SEMATA ini sifatnya Saya juga belum tahu wajib atau tidak, yang Saya tahu ini tidak wajib karena nggak ada peraturan tegas dari Dekanat SEMATA ini diwajibkan atau tidak. Kalau misalnya diwajibkan seharusnya Dekanat memberitahu kita ini diwajibkan,” Nur Kabit Kholis menuturkan.

Saat ditanya mengenai ketentuan umum yang ditulis pada poin pertama mengapa tertulis wajib diikuti peserta, dirinya pun menjelaskan agar SEMATA ramai dan banyak pesertanya.

“Esensi SEMATA ini kan mengenalkan lembaga-lembaga yang ada di kampus, nah ketika tidak ada kata wajib di tata tertibnya itu maka sepi lembaga-lembaga di sini orang-orangnya karena yang ikut dalam SEMATA aja nggak ada, gimana teman-teman maba-miba ini tahu ada lembaga di sini,” tutur Nur Kabit Kholis seraya menambahkan adanya kata wajib merupakan ketentuan dari panitia.

Ditemui di tempat terpisah, Muhammad Halim selaku Presidium 3 pun mengatakan tidak ada sanksi bagi peserta yang tidak mengikuti SEMATA 2015.

“Jadi kalau masalah ospek itu sebenarnya memang nggak diwajibkan Cuma sangat dianjurkan. Dari pihak kampus memang tidak diwajibkan Cuma memang dijadikan satu anjuran karena ini merupakan momentum untuk mengenal kampus, lembaga-lembaga, dsb karena kita sebenarnya untuk masalah ini tidak wajib nggak dikasih sanksi apa-apa,” tutur Muhammad Halim.

Ketika ditanya urgensi mengikuti ospek fakultas, Muhammad Halim mengatakan jika maba sudah masuk Universitas Islam Indonesia (UII) sudah mengenal lembaga dan juga mereka sebagai generasi penerus di lembaga.

Reporter: Gunawan, Imel, Lita, Afifah, Dina

970 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *