ANALISIS (REFORMASI KM UII)?

ANALISIS (REFORMASI KM UII)?

(Andi)

#maudibawakemana?

Oleh : Andi M Zulfikar Taufik

           BACAEKON.COM-OPINI.  Tepat 21 Maret kemarin LEM UII membuat kegiatan Forum Kajian dan Diskusi (FORKASI) yang disambut antusias oleh berbagai elemen aktivis KM (Keluarga Mahasiswa) UII. Pada FORKASI kali ini mengangkat mengenai KM UII (Keluarga Mahasiswa UII) bahkan menggunakan #reformasiKMUII. Saya secara pribadi pun sangat antusias untuk mengikuti forum ini, karena harapannya ada angin baru yang membawa KM UII ke arah yang lebih baik. Terlebih lagi yang menjadi pemateri adalah tokoh-tokoh yang pernah dan sedang menjalankan pemerintahan mahasiswa UII, seperti sang veteran Pak Abdul Jamil, Bang Dhimas (mantan Ketua LEM U), Bang Ibrahim (Mapres UII 2015), Bang Indra (Ketua LEM U), dan Bang Petra (Ketua DPM U).

            Namun setelah saya mengikuti forum ini, saya merasa sedikit kecewa karena tidak adanya pembahasan ke arah mana KM UII mau dibawa. Sejauh saya mengikuti forum ini, arah pembicaraan forum memang agak kurang jelas menurut saya pribadi. Karena apa yang dibahas adalah mengenai masa lalu dan bahkan berkutat pada pembahasan itu-itu saja. Bagi saya, memang perlu pembahasan itu namun yang menjadi kekecewaan saya adalah tidak ada pembahasan ke depan mengenai arah kemana KM UII. Tidak heran saat forum kemarin banyak mahasiswa yang keluar-masuk karena saya fikir mereka juga ada yang sependapat dengan saya kalau arah pembicaraan forum ini tidak jelas atau tidak konkret.

            Jika pembahasannya mengenai masa lalu, masa “si ini”, masa “si itu”, maka saya juga bisa melakukan pembahasan itu di burjo depan kampus (Gd. Prof. Ace Partadireja) tanpa harus jauh-jauh ke kampus atas. Kritikan saya ini harap dipahami oleh teman-teman LEM U agar kita perlu pembahasan dan hasil konkret mengenai KM UII ini terlebih lagi ada #reformasiKMUII. Saya menghargai etiket baik teman-teman LEM U membuat forum ini namun kalau perlu selenggarakan lagi pembahasan KM UII jilid 2 karena forum ini sangat ditunggu oleh mahasiswa.

            Walaupun ada kekecewaan terhadap forum namun saya sangat senang melihat banyaknya  mahasiswa yang datang dan antusias sehingga menyembuhkan kekecewaan saya. Dalam forum tersebut yang menjadi pertanyaan paling menyoroti tema adalah “apakah masih relevan Student Government (SG) untuk KM UII?”. Bagi saya jika ditanyakan seperti itu maka jawaban saya adalah relevansi SG terhadap KM UII itu masih relevan. Karena sesungguhnya jika kita melihat realita yang ada bahwa setiap elemen kemahasiswaan di UII tidak ada maksud mencederai SG dalam KM UII. Namun terjadinya perusakan citra terhadap KM UII, karena oknum-oknum yang membawa bargaining power atau kepentingan pribadi/kelompok pada KM UII itu sendiri, hal ini sudah saya bahas di http://bacaekon.com/surat-untuk-mahasiswa-pemimpin-kampus/

            Sudah sangat jelas bahwa pemerintahan mahasiswa di KM UII ini sangat mirip dengan pemerintahan negara yang sangat politis, sehingga membutakan oknum-oknum tersebut mengenai tujuan KM UII didirikan. Ibaratnya kita ini sudah menjadi negara merdeka dengan adanya SG. Namun jika adanya perubahan dalam SG ini saya rasa perlu, tapi tidak mengganti sepenuhnya sistem yang telah ada. Kalau ada yang mempertanyakan legal standing KM UII, sebenarnya sudah dijelaskan. Bab II Pasal 7 Statuta Universitas Islam Indonesia telah menyebutkan tujuan pendidikan di UII yaitu untuk memproduksi tenaga ahli dan sarjana muslim yang bertakwa, berakhlak mulia, terampil, berilmu amaliah dan beramal ilmiah dengan berpegang pada pandangan dasar hidup Islam serta Pancasila dan UUD 1945. Guna menuju cita-cita tersebut, unsur yang paling pokok menjadi titik tolak adalah mahasiswa. Sebab mahasiswa adalah intelektual muslim yang akan dicetak menurut tujuan UII, sedangkan komponen lain hanyalah merupakan sarana pendorong saja (Sejarah & Dinamika Universitas Islam Indonesia: 2005:271)

            Kalau memang penjelasan dari buku Sejarah & Dinamika Universitas Islam Indonesia belum terlalu menegaskan legal standing KM UII silahkan usulkan untuk ditambahkan ke Statuta UII namun menurut saya hal itu tidak perlu karena pernyataan diatas sudah cukup menyakinkan. Bersambung….

 

42246 Total Views 1 Views Today

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *