Berita Yogyakarta

Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM oleh Mahasiswa UII

Foto: Firman Al Siddiq

Narasi: Naufal Rahendra dan Amanda Amelia R

Bacaekon – Pada Senin (12/9) gedung DPRD DIY kembali menjadi titik tujuan pelaksanaan aksi penolakan kenaikan BBM oleh massa mahasiswa. Aksi kali ini dilakukan oleh ratusan mahasiswa Universitas Islam Indonesia dari berbagai fakultas yang dipimpin oleh KM UII disusul dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Yogyakarta dan aliansi lainnya. Lebih tepatnya aksi ini dilakukan di dalam halaman depan gedung DPRD DIY. Massa mulai menuju gedung DPRD DIY pukul 12.30 WIB dengan titik kumpul di LKBH FH UII, Kotabaru. 

Pernyataan dari Presiden Joko Widodo dalam jumpa pers di Istana Merdeka (3/9) diduga sebagai pemicu aksi siang hari kemarin. Beliau menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM bersubsidi maupun non-subsidi akan mulai berlaku. Diketahui akan terjadi lonjakan anggaran subsidi dan kompensasi energi jika BBM tidak dinaikan. Hal tersebut menuai pro dan kontra tentunya di masyarakat. Namun, sebagian besar tidak setuju jika dinaikan mengingat garis kemiskinan masih tinggi dan dalam masa krisis ekonomi.

Aksi ini memprotes pada ketetapan naiknya BBM yang dirasa BLT (Bantuan Langsung Tunai) dari pemerintah tidak seimbang. Kebijakan-kebijakan pemerintah pun dituntut untuk lebih efektif dalam mengatasi permasalahan tersebut. Tidak hanya penolakan kenaikan harga BBM. Fakhi, perwakilan dari KM UII, juga menjelaskan terdapat beberapa tuntutan lainnya, antara lain:

  1. Tolak kenaikan harga BBM
  2. Amandemen UU no. 20 tahun 2001 tentang migas
  3. Transparansi APBN terkait subsidi
  4. Menaikkan UMK DIY 

Poin ke 1 dan 3 menjadi fokus tuntutan utama dalam aksi ini sekaligus menjadi masalah pokok dan penyebab mengapa aksi ini dilakukan. Sementara, poin ke 2 dan 4 adalah masalah regional daerah yang dimasukkan ke dalam tuntutan dengan pertimbangan bahwa ini adalah masalah yang belum selesai. 

Massa aksi mahasiswa UII sempat menimbulkan kemacetan di sekitar Kotabaru serta kelumpuhan lalu lintas pun terjadi di Malioboro akibat banyaknya massa yang ikut aksi. Penutupan jalan di daerah Malioboro pun dilakukan oleh Polisi dan Aparat Keamanan ketika massa unjuk rasa mulai memasuki kawasan sekitar pukul 13:30 WIB dan tertahannya para demonstran akibat belum diizinkannya masuk ke dalam kawasan gedung DPRD DIY karena rapat paripurna masih berlangsung. Terlihat selain membawa bendera identitas peserta aksi, mereka juga menyuarakan aspirasi melalui poster-poster yang mereka buat.

Puncaknya, penyampaian aspirasi dari pedemo pun dilakukan di atas mobil pickup agar dapat terlihat oleh semua pedemo. Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana pun langsung menemui untuk menenangkan amarah para peserta aksi. Ratusan orang yang memenuhi di kawasan gedung DPRD tidak hanya mahasiswa dari UII dan HMI, tetapi juga beberapa orang tak dikenal yang justru malah memprovokasi situasi hingga sedikit memanas. Hal tersebut mengakibatkan desakan dari peserta aksi kepada wakil ketua DPRD agar segera menandatangani lembaran pernyataan sikap yang diterbitkan oleh mahasiswa KM UII untuk segera disampaikan ke pemerintah pusat. 

Huda menjanjikan akan meneruskan aspirasi massa ke pemerintah pusat dengan surat resmi bertanda tangan dengan cap dan kop DPRD DIY. “Semua yang menjadi dokumen, kami kirimkan kepada saudara Rizky untuk membuktikan bahwasannya DPRD DIY telah meneruskan aspirasi teman-teman secara resmi,” pungkasnya. 

Jika aspirasi tidak disampaikan ke pusat maka peserta aksi mengecam akan kembali lagi beberapa hari kedepan. Bahkan massa juga memaksa Huda selaku wakil ketua untuk menghadirkan gubernur untuk menyampaikan keberpihakan beliau kepada rakyat yang tentu diabaikannya. Aksi berlangsung hingga menjelang sore hari, terlihat juga aksi dihadiri Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, ST., M.Sc., Ph.D. Massa aksi mulai membubarkan diri sekitar pukul 15.00 WIB.

Reporter: Naufal, Amanda, Tina, Sofia, Raihan

Editor: Mujahid Hamzah K.

107 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *