Aksi Boikot Kantor DPM

Aksi Boikot Kantor DPM

Oleh: Rita Purnamasari dan Muhammad Irsan R

Bacaekon-Kampus. Aksi boikot dan penyegelan ruang Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (DPM FE UII) telah dilakukan oleh puluhan pengurus organisasi kemahasiswaan FE UII (Diinisiasi oleh gabungan pengurus HMJIE, HMJA, HMJM, EC, IESC, dan LDF JAM) pada Rabu (29/04) pukul 13.15 WIB. Aksi penyegelan ini merupakan aksi gabungan yang mengatasnamakan mahasiswa FE UII.

Pengurus organisasi kemahasiswaan FE berkumpul di ruang lembaga untuk menuntut agar DPM FE segera mengadakan hearing dan audiensi terkait kondisi lembaga kemahasiswaan saat ini. Namun hingga aksi ini usai, tak ada satu pun perwakilan anggota DPM FE yang terlihat.

Menurut Maharditya Rozan selaku koordinator lapangan aksi ini, sebelumnya mereka  telah mencoba menggunakan cara-cara diplomasi, namun sayangnya tak juga mendapat follow-up yang pasti. Aksi ini juga dipicu karena melihat dari sisi waktu sebentar lagi akan diadakan Pemilihan Wakil Mahasiswa (Pemilwa). Tak hanya masalah hearing yang tak kunjung diadakan, aksi siang tadi juga menyoroti beberapa permasalahan lainnya. “Masih terdapat banyak masalah, antara lain masalah administrasi, transformasi dana triwulan, arus keuangan yang kacau diperiode ini, kemahasiswaan, dan juga masalah advokasi komisi 2 terhadap jaringan kepada dekanat, terkait kebijakan kampus yang baru-baru ini dirasa cukup memberatkan mahasiswa seperti keterangan bebas merokok untuk syarat mengajukan dispensasi”, ujar pria yang akrab disapa Ojan.

Jika merujuk pada Peraturan Dasar Keluarga Mahasiswa (PDKM) minimal dalam kurun waktu 3 bulan sekali DPM harus mengadakan hearing kepada mahasiswa dan setidaknya 6 bulan sekali untuk audiensi dengan pihak dekanat.

“Mereka (DPM FE-red) kan seharusnya jadi wadah buat menampung aspirasi kita sebagai mahasiswa, namun selama ini kita kayak ga punya untuk itu. Contohnya kayak hearing, audiensi sampe sekarang belum jelas,” ucap Iyal Afandi, mahasiswa FE UII yang juga ikut dalam aksi ini.

Lanjutnya, “Sebenarnya banyak banget permasalahan yang dihadapi sama lembaga, tapi sampe sekarang belum bisa tersampaikan. Pokoknya, besok pas audiensi, kita bakal membawa pokok – pokok pembahasan kita,” tambah Iyal.

Pada akhir sesi wawancara, Ojan juga mengungkapkan harapannya kepada DPM agar dapat mendengarkan aspirasi mahasiswa FE UII dan tidak mengambil sikap dengan emosi.

Reporter: Irsan dan Rita

5502 Total Views 1 Views Today

Related Post

LAGU  BURUH TANI BERGEMA SAAT SEMATA

LAGU BURUH TANI BERGEMA SAAT SEMATA

  Oleh : Dewi Larasati (Foto:  Amelia Larasati) BACAEKON.COM-KAMPUS FE UII, (26/08) berlangsung kegiatan ospek…

18 Comments

  • Kok DPM sampe disegel gitu? Yang nyegel pengurus HMJ dan komunitas lagi…apa mahasiwa yang diwakili ndak ada yang membela?? DPM itu perwakilan mahasiswa lho…perwakilan mahasiswa FE UII, representasi dari mahasiswa FE UII, pasti banyak pendukungnya. Mereka itu imun buat dikritisi, apalagi disegel, lha wong mereka kan didukung mahasiswa se FE UII.
    Kerjaan DPM itu banyak lho…mereka sibuk, sibuuuuuk sekali. Apalagi ngurusi segelintir mahasiswa yang dengan berani-beraninya nyegel kantor. Protes soal transparansi lagi. DPM itu ndak ada kewajiban buat transparan. Wong mereka wakil dan representasi mahasiswa se FE UII. Apapun yang diomongin dan dilakuin anggota DPM itu ya atas nama mahasiswa se FE UII.
    Kalau selama ini fungsi aspirasi hearing dan audiensi tidak maksimal, fungsi anggaran nggak jalan yang salah bukan DPMnya pasti. DPMnya tidak salah dan nggak mungkin salah. Yang salah adalah posisi kantor berikut fasilitasinya DPM yang sekarang tidak cukup untuk memfasilitasi kinerja DPM yang sedemikian sibuknya, padat, ruwet, mobile dan dinamis. Seharusnya kantor DPM tepat diletakkan tengah di Hall Tengah, dengan luas dan ukuran yang sama dengan hall tengah. Tentu saja lengkap dengan fasilitas ala kantor anggota dewan di Senayan dong. Inget, DPM itu representasi mahasiswa FE UII lho…wajar dong, dapat fasilitas lebih di FE UII untuk kesibukan dan kerja keras DPM.

    Reply
    • · Edit

      sharing dong mas sesibuk apasih DPM sehingga fasilitasnya kurang. mas ajudan DPM ya ? saya kan cuma segelintir anak kmaren sore. kapan mas ada waktu bisa sharing ilmu, kayanya saya harus belajar banyak deh sama masnya ni ? saya tunggu ya kapan ada waktu buat ngajarin saya mas.

      Reply
      • Bos Ozan,

        Saya bukan ajudan DPM, cuma pernah berkunjung di DPM, Komunitas, dan Lembaga.

        Jadi DPM itu sibuk sekali.
        Dari menjadi calon anggota dewan perwakilan saja sudah mulai sibuk.
        Sebagai gambaran, periode tahun 2008-2010. DPM itu dipilih oleh mahasiswa FE UII, dengan asumsi jumlah mahasiswa per angkatan semua jurusan di FE ada 500 (yang pasti lebih) mahasiswa, dan masa studi rata-rata 4 tahun, maka dalam satu saat DPM saat itu mewakili 1500-2000 mahasiswa aktif.

        Tata cara pemilihan anggota DPM sendiri dibuat oleh DPM (tentu saja dibuat semacam komisi apalah namanya, agar terlihat independen-dengan arahan DPM). Acara pemilihannya namanya pemilwa. Nah, aturan pada saat itu, setelah pemberkasan, ada semacam fit & proper test dengan interview (prasangka saya semacam filter agar oknum dari beberapa organisasi bisa lolos dan tidak lolos). Untuk menjadi anggota DPM, cukup dipilih oleh 15 orang (saya lupa, 15 atau berapa, yang jelas total suara yang terwakili di DPM secara aktual tak sampai 10% dari seluruh mahasiswa aktif FE UII). Itu jaman dulu.

        Tentu saja, berdasarkan PDKM, aturan yang DPM buat sendiri (dari DPM untuk DPM), DPM tetap berhak menyatakan DPM ini representasi suara seluruh mahasiswa FE UII, yang harus digarisbawahi, hanya DPM yang berhak berkata demikian, bukan komunitas, bukan lembaga, bukan entitas lainnya. Hanya DPM. Dengan dasar yang sama, DPM juga berhak menentukan cara, mekanisme dan bentuk pertanggungjawaban DPM. Jika ada suara-suara miring dari mahasiswa diluar DPM, maka akan disebut segelintir oknum, itu bukan aspirasi. Itulah kesibukan DPM. DPM sibuk menjadi wakil mahasiswa tak sampai 10%. Tapi itu jaman dulu.

        Jadi, teman teman komunitas (sekarang HMJ), lembaga, dan organisasi lainnya di internal kampus, suka tidak suka, ya harus nurut dengan orang-orang yang keterwakilannya tak sampai 10% mahasiswa FE itu. Itu dulu lho yaa…

        Kalau sekarang mungkin sudah ada aturannya kali ya…

        PEMILWA harus melibatkan minimal 50% mahasiswa aktif – misalnya (tinggal lihat minta data mahasiswa di TU)
        Kurang dari 50%, PEMILWA tidak sah dan harus diulang, dan DPM bukan wakil mahasiswa FE UII (berarti PEMILWA kurang promo, atau calon DPMnya karbitan, jadi gak terkenal…hehehe).

        Salam.

        Reply
    • satire banget yak, hahaha. DPM emang butuh fasilitas tambahan keknya, supaya nanti gak punya alasan lagi buat ngeles…

      Reply
  • ya ambil hikmahnya aja om, semoga Allah meridhoi DPM, universitas islam indonesia, padamu kami berjanji, majukan studi, giatkan bakti, untuk pembangunan pertiwi, syariat islam amalan kita, tegakkan iman dan tauhid, dengan catur darma, pedoman nyata, semoga allah meridhoi DPM,,,, AMIN

    Reply
  • Mmmm… jadi rumor gila yang beredar kalo DPM bangkrut abis bikin almamater itu boong?
    Atau ada sangkut pautnya sama laporan hearing ini?

    Reply
  • Aelah tong lau besar di lembaga trus demo gini aja lau ga tau tata caranya? Ginian mah lau kudunya ngerti tong kl demo juga ada etikanya ame tatacaranye gausah dikasi tau kudunya lau paham, bukan gua ngebela ntu DPM tapi ni dah kebangetan banget banyak banyak baca buku gih, jgn cuman saban hari kerja lapangan mulu jadi panitia sana sini, kali kali dah lau ikut debat sono, buktiin kalo lau emang pinter, manatau jadi DPM jadi lau bisa ngerti ama ngaca dah ampe mana ilmu lau

    Reply
  • hahahah,, lucu sekali teman-teman ini mensegel DPM,,, Klo DPM di segel di bekukan oleh KM UII ,,lu pada kagak bakal ada kegiatan. Lembaga FE UII pada ngak ada. terus teman-teman pada nuntut kinerja dpm wong teman-teman aja DPM minta LPJ ( Laporan pertanggung Jawaban) aja susah terutama LPJ masalah anggaran. Peraturan Rumah tangga setiap lembaga aja ngk di kasih . Paling LPM,Ekonomika ma KOPMA yang lain. teman-teman selalu beralasan itu rumah tangga kami. Sama dong DPM juga punya Rumah Tangga sendiri. Perlu teman-teman ingat sebenarnya DPM bisa aja ngajuin surat ke DPM UNIV buat membekukan lembaga FE uii ,, seru kayak tu klo dibekukan biar ngak ada konflik ngak jelas. sibuk kok di internal lembaga. Status aja mahasiswa tapi kerjaan sama kayak EO ma anak SMA yang suka ya senang-senang. Kalo aja DPM FE nekat buat ngebekuin damai sekali kali ya FE soal ya uda ngk ada lembaga” ya, Dan teman-teman hanya fokus kuliah ma main-main aja jadinya. dan semakin banyak pula calon-calon sampah Negara Indonesia.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *