AKSI, Ajang Berlatih Kritis

AKSI, Ajang Berlatih Kritis

Foto: Lafera

Oleh: Lafera Diah Kurnia Putri

Bacaekon—Kampus Terpadu. Banyak cara yang dilakukan setiap universitas dalam upaya untuk memperkenalkan mahasiswa/i barunya tentang budaya perkuliahan. Salah satunya yang dilakukan oleh panitia Pesona Ta’aruf (PESTA) Universitas Islam Indonesia (UII).

Memasuki hari kedua berlangsungnya acara PESTA (24/8/2015), panitia telah menyiapkan serangkaian acara salah satunya adalah simulasi AKSI. Simulasi AKSI sendiri merupakan salah satu rangkaian acara yang selalu ada setiap tahunnya saat PESTA. Kegiatan ini dimaksudkan untuk melatih para mahasiswa baru dalam menyampaikan aspirasi.

“Sebenarnya kalau AKSI itu dari tahun ke tahun udah ada. Yang biasanya kita bawa ke rektorat, sekarang ada di depan kami semua. Jadi karena kami ini wakil-wakilnya dari mereka, ya disimulasikan AKSI dari mereka. Apa yang mereka pendapatkan ya disampaikan karena mungkin dari panitianya berharap ini salah satu cara mereka menyampaikan aspirasi.” terang Muhammad AD Zikri, selaku Sekretaris Jendral Dewan Permusyawaratan Mahasiswa (DPM) Universitas.

Simulasi AKSI dijadwalkan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB. Memasuki acara tersebut, para maba dan miba riuh meneriakkan orasinya. Berbagai pendapat dituliskan saat berorasi. Mulai dari masalah catur dharma, kesan ospek, sampai keluhan akan lelahnya para mahasiswa baru selama mengikuti ospek. Panas matahari siang hari itu bahkan tidak mengurangi antusiasme mahasiswa baru untuk turut serta dalam kegiatan tersebut.

Menurut Muhammad AD Zikri, yang menjadi main point dalam simulasi AKSI ini bukan semata-mata ‘kegiatan AKSI-nya’ melainkan sikap kritisnya. Sikap kritis ini dibangun melalui diskusi singkat antara mahasiswa baru dengan wali jamaah terkait hal apa yang akan disampaikan saat orasi, berikut beserta alasannya.

“Sebenarnya bukan urgensi AKSI-nya tapi urgensi bagaimana mereka bersikap kritis,” terang AD.

Melihat minimnya waktu yang ada, AKSI dinilai menjadi media paling efisien untuk memperkenalkan budaya perkuliahan dengan proses diskusi di dalamnya.

“Secara singkat mungkin bisa melalui AKSI dengan diskusi di sana, bagaimana masalah catur dharma dan lain-lain. Ya secara singkatnya untuk mempersingkat acara ya dengan AKSI. Itu salah satu cara untuk melatih pola pikir kritis,” tutup AD pada sore hari itu.

Reporter: Lafera, Restin, Dina, Rafani, Lita, Ridho, Immellita

756 Total Views 1 Views Today

Related Post

LAGU  BURUH TANI BERGEMA SAAT SEMATA

LAGU BURUH TANI BERGEMA SAAT SEMATA

  Oleh : Dewi Larasati (Foto:  Amelia Larasati) BACAEKON.COM-KAMPUS FE UII, (26/08) berlangsung kegiatan ospek…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *